Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Balasan Atas Serangan AS, Iran Serang Bahrain, Kuwait dan Yordania

Sebuah tayangan drone menunjukkan anggota tim teknik militer bekerja di lokasi tempat, menurut otoritas setempat, sebuah rudal Iran jatuh di daerah pedesaan dekat Damaskus, Suriah, 9 Juni 2026 [Khalil Ashawi/Reuters]

JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangannya terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan atas serangan AS terhadap pelabuhan dan pulau-pulau Iran di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dimuat media pemerintah pada hari Rabu, IRGC mengatakan telah melancarkan serangan drone terhadap Armada Kelima AS di Bahrain dan pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait, serta serangan rudal jarak jauh terhadap pangkalan udara di Azraq, Yordania.

Dikatakan telah menyerang 21 target AS dan menghancurkan empat di antaranya, termasuk hanggar jet tempur F-35 di pangkalan di Yordania.

Mereka juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 AS di udara di atas Kota Jam, Iran.

Ketegangan terbaru ini terjadi setelah militer AS menyerang Pulau Qeshm dan pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Iran di Selat Hormuz setelah menuduh Iran menembak jatuh helikopter Apache AS pada Selasa pagi.

IRGC mengatakan serangan AS menyebabkan kerusakan pada menara telekomunikasi di Kota Sirik dan menghancurkan dua tangki air di sana.

IRGC juga memperingatkan pasukannya tetap sepenuhnya siap untuk memberikan respons yang menghancurkan dan menentukan terhadap tindakan militer AS apa pun dan bahwa Washington akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari eskalasi lebih lanjut. (Sumber: Al Jazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama