Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Barru Panen Udang Vaname, Bukti Potensi Ekonomi Tambak Tinggi


BARRU (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H.,M.Si didampingi Wakil Bupati Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si melaksanakan panen udang vaname dan ikan nila di areal Kelompok Budidaya Perikanan Pokdakan Berlian, Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin 22/6/2026.

Panen berlangsung di tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, tokoh masyarakat dan pelaku usaha budidaya di wilayah tersebut. Kehadiran Bupati dan Wabup menjadi bentuk dukungan Pemkab Barru terhadap sektor perikanan budidaya yang dinilai berprospek ekonomi tinggi.

Suasana panen berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Bupati dan Wabup berjalan kaki 0,5 km ke lokasi tambak dan memanen udang menggunakan pukat. Keduanya juga menikmati hasil panen bersama warga di permukiman sekitar.

Usai panen, keduanya meninjau proses pemilahan hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Aktivitas ini menunjukkan keseriusan pengelolaan tambak sekaligus menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar.

Bupati Andi Ina menyebut kegiatan ini bukti nyata potensi besar perikanan budidaya Barru. Ia berdialog langsung dengan Wabup terkait hasil produksi.

Luas tambak 2,5 hektare, hasil panen 4,3 ton. Harga Rp63 ribu/kg di tingkat lapangan, total Rp270 juta per siklus,” ungkap Wabup Abustan.

Lebih lanjut, masa budidaya hanya 2,5 bulan dengan modal Rp120 juta. “Keuntungannya sekitar Rp150 juta per siklus. Ini menunjukkan usaha udang vaname sangat menjanjikan jika dikelola baik,” ujar Bupati Andi Ina.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan, memperhatikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. 


“Jangan lupa zakat dari hasil usaha, itu bagian nilai spiritual yang mendatangkan berkah,” pesannya.

Bupati berharap keberhasilan tambak Palanro jadi inspirasi warga mengembangkan budidaya lebih serius dan profesional.  

“Perikanan Barru tidak hanya kuatkan ekonomi daerah, tapi buka lapangan kerja dan naikkan pendapatan masyarakat pesisir,” tutupnya.

Kepala Dinas Perikanan Barru H. Muhammad Ushuluddin, S.T.,M.Si menyebut luas tambak Barru saat ini 2.534 hektare dengan produksi udang vaname 4.464 ton.

Untuk ikan nila di tambak H. Nahnu-Hj. Marwah: 24 ribu ekor bibit, luas 0,5 ha, produksi 3,5 ton dengan harga Rp29 ribu/kg. “Ikan nila pasarnya jelas, sudah masuk komoditas ekspor. Sangat menjanjikan untuk nila salin maupun bioflok nila tawar,” jelasnya.

Turut hadir Staf Ahli, Asisten II, Kadis Koperasi UKM, Camat Mallusetasi, Pimpinan Baznas, Lurah Palanro, Kades Cilellang, penyuluh, tokoh masyarakat, dan warga. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama