Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pasukan Inggris Merebut Kapal Tanker diduga Armada Bayangan Rusia

Kapal tanker minyak Kairos, kapal berbendera Gambia yang diyakini sebagai bagian dari armada bayangan Rusia [File: Hristo Rusev/Getty Images]

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan telah menangkap kapal Smyrtos dalam operasi yang berlangsung selama enam jam. Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan pasukan Inggris telah merebut sebuah kapal tanker minyak armada bayangan Rusia yang mencoba melintasi Selat Inggris.

“Operasi yang sukses ini memberikan pukulan telak kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang memicu perang (Presiden Rusia Vladimir Putin) di Ukraina bahwa kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi,” kata Starmer dalam sebuah unggahan di X pada hari Minggu.

Kementerian Pertahanan Inggris juga mengkonfirmasi penyitaan kapal Smyrtos pada Minggu pagi. Dikatakan bahwa kapal tanker yang berlayar di bawah bendera Kamerun, dinaiki oleh Komando Marinir Kerajaan dan pejabat Badan Kejahatan Nasional dengan dukungan dari helikopter Chinook dan pesawat lain, sebuah fregat, dan sebuah kapal pemburu ranjau.

“Operasi seperti ini membutuhkan keterampilan, profesionalisme, dan keberanian. Saya memberikan penghormatan kepada personel Angkatan Bersenjata kita dan semua yang terlibat. Rusia mengandalkan armada bayangannya untuk mendanai konfliknya di Ukraina dan pencegahan yang kami lakukan memberikan pukulan telak bagi perang ilegal Putin,” kata Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis dalam sebuah pernyataan.

Operasi tersebut berlangsung selama enam jam, kata kementerian itu, menambahkan bahwa kapal tersebut untuk sementara akan dipindahkan ke tempat berlabuh di lepas pantai selatan Inggris dan akan dipantau untuk setiap masalah lingkungan atau keselamatan.

Sementara itu, pihak berwenang Prancis menyampaikan pada bulan lalu, angkatan laut Prancis yang didukung Inggris mencegat sebuah kapal tanker minyak yang diduga merupakan bagian dari armada bayangan dan berlayar secara tidak sah di bawah bendera Kamerun.

Pada bulan Januari, pasukan Prancis menyita kapal tanker Rusia lainnya yang diduga, Grinch. Pada bulan Maret, Deyna, yang berlayar dari Murmansk di bawah bendera Mozambik, ditahan di Marseille.

Pendapatan minyak merupakan bagian penting dari perekonomian Rusia dan membantu menutupi biaya perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dengan Ukraina.

Rusia diyakini menggunakan armada ratusan kapal untuk menghindari sanksi internasional yang dikenakan karena perang tersebut. Inggris dan negara-negara lain telah berjanji untuk menindak tegas armada bayangan yang melanggar sanksi tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 500 kapal hingga saat ini, dan langkah-langkah tersebut berdampak dengan penurunan pendapatan minyak dan gas Rusia sebesar 24 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa negara Barat telah menjatuhkan sanksi kepada kapal-kapal Rusia atas invasi skala penuhnya ke Ukraina pada tahun 2022.

Putin telah mengecam penangkapan kapal-kapal yang terkait dengan Rusia sebagai "pembajakan".

Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama