Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bela Negara, Iran Tak Lagi Mematuhi Komitmen Berdasarkan MoU dengan AS

REUTERS Situs web Kepresidenan Iran/WANA

JAKARTA - Iran telah menolak negosiasi dengan Amerika Serikat dan berjanji untuk membela negaranya secara tegas sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran komitmen Amerika. Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, mengatakan tindakan agresif Washington secara efektif telah mengakhiri jalur diplomatik.

"Kami sedang bernegosiasi, dan sayangnya, Amerika sendiri mengambil tindakan agresif yang melanggar komitmen mereka berdasarkan Nota Kesepahaman," kata Gharibabadi kepada Kantor Berita Tasnim.

Menurutnya, Iran saat ini membela negara secara tegas, dan Amerika telah menerima tanggapannya sendiri. Tindakan agresif Amerika tidak akan hilang, tetapi jika bijak seharusnya memilih solusi lain.

Wakil menteri tersebut menekankan bahwa pendekatan Iran sekarang fokus pada pencegahan. "Bagi kami, solusi yang ada di depan kami adalah membela negara dengan gigih dan memberi pelajaran kepada para agresor," katanya.

Gharibabadi juga menegaskan bahwa Iran telah menangguhkan kewajibannya sendiri berdasarkan perjanjian tersebut.

"Pada praktiknya, Amerika Serikat telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya, dan kami telah menghentikan komitmen berdasarkan Nota Kesepahaman itu dan kami tidak memenuhi komitmen kami," katanya.

Ketika ditanya apakah ada perkembangan baru dalam situasi tersebut, Gharibabadi menjawab: "Tidak ada yang baru sekarang kecuali kami membela negara."

Sumber: Sputnik

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama