![]() |
JAKARTA - Kebakaran hutan di dekat Paris saat Prancis mengalami gelombang panas ketiga dalam tiga bulan yang saat ini berjuang melawan dua kebakaran hutan yang telah menghanguskan lebih dari 1.300 hektar hutan di selatan Paris.
Pesawat di udara dan petugas pemadam kebakaran di darat bekerja sepanjang hari Senin untuk mengendalikan api. Kebakaran terjadi pada hari Minggu di Fontainebleau yang luas, bekas kawasan perburuan kerajaan yang kini dipenuhi desa-desa tenang sekitar 60 km tenggara ibu kota.
Saat wilayah tersebut dilanda gelombang panas terbaru, kebakaran hutan menyebar dengan cepat di cagar biosfer UNESCO, mengganggu lalu lintas kereta api dan jalan raya selama akhir pekan liburan panjang yang ramai.
Sekitar 1.000 orang di dalam dan sekitar Fontainebleau dievakuasi. Besarnya kebakaran tersebut mendorong pengerahan empat pesawat Canadair bersama dengan dua pesawat Dash dan tiga helikopter pengebom air.
Komandan Operasi Penyelamatan, Jean-Marc Sicard, menjelaskan, pada Senin malam, sekitar 600 petugas pemadam kebakaran tetap siaga dan bergantian memadamkan api di darat.
Ini adalah episode terbaru dari cuaca ekstrem, yang menurut para ilmuwan telah menjadi lebih seringmterjadi dalam beberapa dekade terakhir karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Data yang diperoleh, Negara tersebut mencatat lebih dari 2.000 kematian tambahan selama gelombang panas Juni dan 300 selama suhu tinggi pada akhir Mei.
"Sejak awal tahun, kebakaran hutan telah menghanguskan sekitar 25.000 hektar lahan di Prancis," kata Direktur Jenderal Keamanan Sipil, Julien Marion, pada hari Jumat.
Sementara Menurut layanan cuaca Meteo-France, suhu diperkirakan akan tetap tinggi hingga hari libur nasional Bastille di Prancis pada hari Selasa.
