Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kecelakaan Bus Menewaskan 20 Anak Sekolah dan Seorang Dewasa

Cuplikan layar video dari Palang Merah Uganda menunjukkan anak-anak yang terluka dibawa dengan mobil bak terbuka ke rumah sakit setelah sebuah bus sekolah mengalami kecelakaan di Uganda Timur pada Kamis malam (Handout/Palang Merah Uganda via AP)

JAKARTA - Dua puluh anak sekolah tewas setelah bus yang membawa mereka mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari kunjungan lapangan pendidikan dan tiga orang dewasa lainnya serta lebih dari selusin anak mengalami luka.

Hal tersebut disampaikan pejabat negara Uganda, yang menangguhkan perjalanan sekolah pada hari Jumat setelah kecelakaan tersebut juga menewaskan satu orang dewasa pada Kamis malam.

Menurut keterangan Polisi setempat, bus milik Sekolah Dasar King David sedang kembali ke ibu kota, Kampala, setelah perjalanan ke Air Terjun Sipi ketika kecelakaan itu terjadi di dekat desa Chekwatit distrik Kapchorwa, tambah polisi.

Investigasi awal menunjukkan pengemudi kehilangan kendali, dan bus keluar dari jalan lalu terbalik setelah sebelumnya menabrak batu besar.

Menteri Pemerintah Daerah Uganda, Balaam Barugahara Ateenyi, mengatakan pada X bahwa lebih dari 28 anak sedang dirawat di rumah sakit, sembilan di antaranya dalam kondisi kritis.

Namun para pejabat belum merilis nama atau usia anak-anak yang tewas. Orang dewasa yang meninggal diyakini sebagai pendiri dan kepala sekolah tersebut.

Rekaman yang dirilis oleh Palang Merah Uganda, warga tiba sebelum tim penyelamat resmi dan mengevakuasi korban dari reruntuhan, beberapa korban selamat dibawa ke rumah sakit dengan kendaraan pik up.

Polisi mengatakan kecelakaan itu terjadi berada di dekat perbatasan Uganda-Kenya, sekitar 300 km (186 mil) dari Kampala.

Pemerintah mengumumkan penangguhan semua perjalanan dan kunjungan sekolah, berlaku segera dan sampai pemberitahuan lebih lanjut".

Seperti yang diberitakan, Uganda sering mengalami kecelakaan fatal. Jalan-jalannya termasuk yang paling berbahaya di wilayah dengan catatan keselamatan terburuk di dunia. Kecelakaan sering dikaitkan dengan kecepatan tinggi, kendaraan yang tidak terawat dan kondisi jalan yang buruk.

Awal bulan ini, 14 orang tewas ketika sebuah bus dan truk bertabrakan di daerah terpencil di Uganda utara. Begitu pula pada bulan Oktober, 46 orang tewas ketika beberapa kendaraan, termasuk dua bus, bertabrakan di jalan raya Kapala-Gulu. 

Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama