Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Jembatan Garuda Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Bottoe


BARRU (wartamerdeka.info) -  Harapan baru hadir bagi masyarakat Bottoe, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau. Jembatan Perintis Garuda yang telah lama dinantikan kini menjadi akses penting bagi 90 kepala keluarga penerima manfaat.

Kehadiran jembatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko, yang melakukan peninjauan Jembatan Perintis Garuda di Bottoe, Jumat (21/8/2026).

Kedatangan Pangdam disambut Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si. Peninjauan ini menjadi momentum untuk melihat langsung manfaat pembangunan jembatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Barru.


Bagi warga Bottoe, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung. Jembatan ini menjadi jalan bagi anak-anak menuju sekolah, memudahkan petani menjalankan aktivitas ekonomi, serta membuka akses yang lebih aman bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan sosial sehari-hari.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, warga menggunakan jembatan lama yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan.

“Insyaallah hadirnya Jembatan Garuda ini semakin memberikan semangat kepada masyarakat kami sebagai pengguna jembatan. Terkhusus karena di sini banyak anak-anak kita, anak-anak sekolah yang membutuhkan akses agar mereka dapat pergi belajar dengan baik tanpa takut adanya banjir atau kendala lainnya,” kata Andi Ina.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi antara TNI, Polri, Forkopimda, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa menjadi kekuatan penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran Forkopimda ini tentu menjadi perekat, bagaimana kita semua dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing tujuannya adalah memberikan yang terbaik untuk masyarakat kita, terkhusus masyarakat Kabupaten Barru,” ungkapnya.

Andi Ina juga menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1405/Parepare beserta jajaran yang selama ini aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Barru.

Ia menegaskan Pemkab Barru akan terus mendukung tugas dan program TNI yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagian daripada pemerintah, Insyaallah akan mendukung, mensupport apa pun yang menjadi tugas-tugas Pak Dandim khususnya, untuk bagaimana masyarakat kita ke depan bisa lebih sejahtera lagi,” tegasnya.

Andi Ina menjelaskan, Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah penerima manfaat dari program pembangunan 3.300 jembatan yang diresmikan Presiden RI. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga sekaligus memanfaatkan Jembatan Perintis Garuda dengan sebaik-baiknya.

“Sekali lagi selamat untuk masyarakat Bottoe. Dari 3.300 jembatan yang diresmikan oleh Bapak Presiden, alhamdulillah Kabupaten Barru adalah salah satu penerimanya,” ucapnya.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka akses bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan dan risiko dalam menjalankan aktivitas.

Menurutnya, keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar akses pendidikan, perekonomian, serta aktivitas sosial masyarakat.

“Kami berharap kehadiran prajurit kami bisa membantu kesulitan rakyat di sekitarnya. Karena itu menjadi kewajiban kami,” ujar Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga jembatan tersebut sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. Apabila ditemukan kerusakan atau kondisi yang membahayakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danramil maupun aparat desa setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin turut menyerahkan tali asih kepada masyarakat penerima manfaat Jembatan Perintis Garuda Bottoe.

Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan kuatnya kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Bagi warga Bottoe, jembatan itu kini bukan hanya penghubung dua sisi wilayah, tetapi juga penghubung menuju akses pendidikan, ekonomi, dan masa depan yang lebih baik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asintel Kasdam XIV/Hasanuddin, Aslog Kasdam XIV/Hasanuddin, Aster Kasdam XIV/Hasanuddin, Kasmin Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapendam XIV/Hasanuddin serta pengurus Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Barru hadir Dandim 1405/Parepare, Wakapolres Barru, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Barru, Kadis Kominfo-SP, Kadis Perhubungan, Kadis Perikanan, Direktur RSUD La Patarai, Komisioner Baznas, pimpinan perbankan, Camat Tanete Rilau, para Danramil, Kapolsek Tanete Rilau, Kepala KUA Tanete Rilau, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tanete Rilau, para penerima manfaat serta undangan lainnya.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama