Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Rudal dan drone ditembakkan ke negara-negara Teluk setelah serangan udara AS terhadap Iran


Oleh AFP, Anadolu, AP dan Reuters

JAKARTA - Tiga orang, termasuk satu anak, terluka akibat pecahan peluru di Qatar, sementara serangan juga dilaporkan terjadi di UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Yordania. Sementara sistem pertahanan udara di negara-negara Teluk dan Yordania telah menembak jatuh rudal dan drone Iran setelah serangan udara AS terhadap Iran pada malam hari.

Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain mengirimkan peringatan kepada penduduk pada Sabtu malam dan Minggu pagi tentang rudal dan drone yang datang. Kuwait mengatakan militernya menanggapi serangan di wilayahnya pada Minggu pagi.

Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan tiga orang, termasuk satu anak, terluka akibat pecahan peluru setelah peringatan serangan dikirim ke penduduk.

Tiga rudal dari Iran jatuh di Yordania tanpa menyebabkan korban jiwa, kata pihak berwenang di sana. Pertahanan udara di UEA juga diaktifkan setelah laporan tentang rudal dan drone yang datang dari Iran.

Sirene peringatan berbunyi tiga kali di Bahrain pada Minggu pagi untuk memperingatkan akan adanya serangan yang datang.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan situs radar Amerika Serikat di Kuwait dan menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone di pangkalan militer di Yordania yang digunakan oleh pasukan AS.

IRGC juga menambahkan, fasilitas perawatan jet tempur di Qatar, di pangkalan militer yang juga digunakan oleh AS, telah dihancurkan, meskipun pemerintah Qatar mengatakan semua proyektil telah dicegat.

Iran mengatakan platform pendukung dan pengisian bahan bakar kapal induk AS di pelabuhan Duqm, Oman, yang terletak di luar Selat Hormuz, juga menjadi sasaran. Kantor berita negara Oman melaporkan bahwa daerah kantong Musandam menjadi sasaran serangan drone pada hari Minggu.

Pasukan AS menyerang sekitar 140 target militer di Iran pada Minggu pagi, menurut Komando Pusat militer AS (CENTCOM). Serangan malam ketiga ini menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal di Selat Hormuz.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan sebuah kapal kontainer diserang di lepas pantai Oman dan awak kapal "diselamatkan oleh otoritas setempat".

Sebelumnya, CENTCOM mengatakan IRGC menyerang M/V GFS Galaxy, menyebabkan kebakaran di atas kapal dan "kerusakan signifikan di ruang mesin".

Awak kapal harus meninggalkan kapal sepanjang 300 meter (958 kaki) itu dengan sekoci penyelamat. Kementerian Luar Negeri India mengatakan 11 warga negara India berada di kapal tersebut, 10 diselamatkan dan satu hilang. Dikatakan kedutaan besarnya di Muscat sedang memantau situasi dan menyerukan ketenangan.

Iran mengatakan telah menutup kembali Selat Hormuz setelah sebagian dibuka kembali setelah Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang pada pertengahan Juni. Iran mengatakan kapal kontainer yang menjadi sasaran di Selat Hormuz menggunakan rute yang belum disetujuinya.

Selat tersebut tetap menjadi titik perselisihan utama antara AS dan Iran setelah AS dan Israel memulai perang terhadap Iran pada bulan Februari.

Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama