Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Sang Arsitek Qatar Meninggal Dunia

Mantan emir Qatar Alm. Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani (Handout/The Amiri Diwan)

JAKARTA - Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani telah meninggal dunia pada usia 74 tahun. 
“Dengan hati yang teguh beriman pada ketetapan dan takdir Tuhan, Amiri Diwan berduka wafatnya  almarhum, semoga Allah merahmati Yang Mulia Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang meninggal dunia pagi ini,” kata Amiri Diwan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Sheikh Hamad, yang memerintah Qatar dari tahun 1995 hingga 2013, adalah arsitek utama pembangunan yang menakjubkan di negara kaya energi ini.

Selama masa pemerintahannya, negara ini mengalami perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya yang memperkuat statusnya di komunitas internasional.

Pengaruh politik Qatar saat ini meluas ke Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia. Pada tahun 2022, Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA putra, turnamen sepak bola yang paling banyak ditonton di dunia. Sheikh Hamad menerima sambutan meriah dari para penggemar yang menghadiri pertandingan pembukaannya.

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani melambaikan tangan kepada kerumunan saat mereka tiba di upacara peletakan batu pertama untuk pusat rehabilitasi yang didanai Qatar di Kota Gaza, 23 Oktober 2012 (Hatem Moussa/Pool via Getty)

Masa jabatannya menyaksikan peluncuran stasiun televisi internasional Al Jazeera pada tahun 1996.

Masa jabatannya juga menyaksikan pengesahan konstitusi permanen pertama Qatar pada tahun 2004 dan pengenalan pemilihan kota, di mana perempuan diizinkan untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat.

Beberapa pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sheikh Hamad.

“Belasungkawa dan simpati terdalam kepada Negara Qatar yang bersaudara, kepada Emir, pemerintah, dan rakyatnya, atas wafatnya almarhum, dengan izin Allah, Yang Mulia Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani,” tulis Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada X.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyatakan “kesedihan mendalam” atas meninggalnya Sheikh Hamad.

“Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Pemerintah, dan rakyat Qatar yang bersaudara pada kesempatan yang menyedihkan ini. Beliau memberikan penghormatan kepada kepemimpinan visioner almarhum Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dan kontribusinya yang berharga bagi kemajuan dan pembangunan Qatar, serta perdamaian dan kerja sama regional,” kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga menyampaikan belasungkawanya.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati tulus saya kepada saudara saya @TamimBinHamad dan keluarganya atas meninggalnya ayah mereka, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah menganugerahkan rahmat kepadanya, mengistirahatkan jiwanya di tempat yang sakral, dan memberikan penghiburan kepada keluarganya di masa sulit ini,” tulisnya di X.

Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama