Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tanpa judul


JAKARTA  (wartamerdeka) – Wakil Menteri Luar Negeri bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyerukan kepada negara-negara pesisir Laut Kaspia untuk secara tegas mengutuk setiap tindakan yang mengancam keamanan Laut Kaspia, sembari menekankan perlunya menjaga laut tersebut sebagai zona perdamaian, persahabatan, dan kerja sama.

Berbicara pada peringatan Hari Laut Kaspia, Gharibabadi mengatakan bahwa tanggal 12 Agustus menandai peringatan berlakunya Konvensi Teheran pada tahun 2006—sebuah perjanjian kerangka kerja untuk melindungi lingkungan laut Kaspia yang mencerminkan komitmen kelima negara pesisir dalam menjaga danau terbesar di dunia tersebut.

Menyinggung masalah keamanan, Gharibabadi menyatakan bahwa serangan yang menargetkan Laut Kaspia mengancam stabilitas kawasan serta kepentingan seluruh negara pesisir.

Ia menyebutkan serangan rudal oleh rezim Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas di Pelabuhan Anzali pada akhir Maret, serta serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia, sebagai contoh ancaman terhadap keamanan kawasan.

"Tindakan semacam itu tidak hanya berdampak negatif terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi juga menyoroti perlunya solidaritas di antara negara-negara pesisir Kaspia dalam mempertahankan keamanan bersama mereka," ujarnya.

Gharibabadi mendesak seluruh negara pesisir Kaspia untuk secara tegas mengutuk tindakan tersebut dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan nasional serta integritas wilayah.

Ia menggambarkan sumber daya hayati perairan Laut Kaspia sebagai sumber penting bagi ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat pesisir, seraya mencatat bahwa kegiatan perikanan berkelanjutan, industri terkait, dan pariwisata semuanya bergantung pada kesehatan laut tersebut.

Gharibabadi mengatakan bahwa Laut Kaspia saat ini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama penurunan permukaan air yang mengkhawatirkan, yang berdampak pada ekosistem, pelabuhan dan pelayaran, perikanan, serta berbagai aktivitas lainnya.

Ia menyatakan bahwa penurunan permukaan air tersebut bukan sekadar masalah sementara atau alami, melainkan mencerminkan interaksi kompleks antara perubahan iklim dan intervensi manusia.

Gharibabadi menekankan bahwa kerja sama ilmiah di antara negara-negara pesisir sangat penting untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk pemantauan berkelanjutan terhadap perubahan permukaan air, penilaian lingkungan, studi keanekaragaman hayati, serta analisis tren iklim dan hidrologi.

Ia menyerukan adanya program penelitian bersama, penguatan jaringan ilmiah regional, serta pemanfaatan yang lebih besar terhadap universitas dan pusat penelitian guna mendukung pengelolaan ekosistem Kaspia secara berkelanjutan. Ia mengatakan bahwa Hari Laut Kaspia memberikan kesempatan bagi negara-negara pesisir untuk meninjau kembali tanggung jawab bersama mereka, seraya menambahkan bahwa upaya melindungi laut tersebut memerlukan komitmen hukum, kerja sama ilmiah, pengelolaan lingkungan, dan koordinasi regional.

Menurut Gharibabadi, kerja sama semacam itu diperlukan untuk melestarikan ekosistem Kaspia, melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir, serta menjaga keamanan regional dalam jangka panjang.

Sumber: IRNA

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama