// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Sudah Dilaporkan, Bencana Tanah Longsor di Karangpucung Belum Ditangani


CILACAP (wartamerdeka) - Bencana tanah longsor di Dusun Pekuncen Desa Bengbulang Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap yang menimpa bagian belakang dua rumah warga dan mengancam tiga rumah diatasnya sampai hari Minggu 24 Desember 2017 ini terlihat belum ada penanganan serius.


Padahal bencana yang terjadi  pada hari Kamis 21 Desember 2017 ini sudah dilaporkan kepada pihak terkait. 

Ditemui setelah meninjau lokasi bencana, Sutejo Kepala Desa Bengbulang mengaku sudah mengirimkan gambar sebagai laporan kepada pihak Kecamatan Karangpucung dan beberapa Dinas terkait.

"Setelah bencana tanah longsor terjadi saya langsung ke loksi mengambil gambar dan mengirimkan kejadian tanah longsor melalui WhatsApp kepada kecamatan dan beberapa dinas terkait," ujarnya, Kamis (21/12/2017).

Tetapi sampai hari Minggu 24 Desember 2017 kondisi bencana tanah longsor terlihat belum ada penanganan lebih lanjut. Seperti yang dikatakan Bagyo Kepala Dusun Pekuncen, pasca bencana hanya dilakukan penanganan darurat oleh warga, beberapa batang pohon yang menjulang ke atap rumah warga sudah dipangkas untuk mengantisipasi robohnya batang kayu menimpa atap rumah warga.

"Selain longsor dan jalan yang  putus akibat pergerakan tanah, yang paling menjadi ketakutan warga, ada retakan tanah yang mencapai 50 meter. Karena yang terlihat, jika hujan dengan intensitas tinggi dan terus menrus, retakan tanah tersebut terlihat bertambah," jelas Bagyo.

Masyarakat yang berada disekitar bencana longsor, lanjut Bagyo, selalu mengalami kekawatiran jika pergerakan tanah akan terus meningkat."Karena jika retakan tanah terus bergerak ke bawah longsoran tanah akan mengancam tertimbunnya sekitar 41 rumah di bawahnya," ungkapnya.

Untuk itu, selain masyarakat yang terus melakukan kerja bakti pembuangan material longsoran tanah, mereka berharap ada solusi dari pemerintah agar masyarakat kembali merasakan kenyamanan.

"Saya sangat memohon kepada pemerintah atau dinas terkait agar kami mendapatkan solusi yang tepat, agar kami dapat merasa aman tanpa dihantui kekhawatiran dalam sehari - hari kami," pungkas Bagyo.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama