Headline

Panglima TNI : Korban Penembakan KKB adalah Pahlawan Pembangunan Papua

TIMIKA (wartamerdeka.info) - Para korban penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang meninggal saat sedang me...

Maria, Selingkuhan Bupati Merauke, Berang Dituding Memeras

"Saya Hanya menuntut Janji Bupati. Tidak Lebih"

Maria G  Levitar

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pengakuan wanita bernama Maria Gabriella Levitar (MGL) bahwa dirinya telah berselingkuh (menjalin hubungan asmara)  dengan  Bupati Merauke Frederikus Gebze, yang dimuat wartamerdeka.info dua hari lalu, terus menjadi pembicaraan masyarakat Merauke.

Bahkan telah mendapat tanggapan langsung dari Kuasa Hukum Bupati Merauke Frederikus Gebze alias Freddy.

"Saya telah berkomunikasi dengan bupati Freddy dan bupati Freddy  secara tegas mengatakan apa yang disampaikan oleh si perempuan berinisial MGL itu tidak benar," ungkap tim kuasa hukum Bupati Merauke Muhamad Irham Nur SH MH seperti dikutip Koran Harian Papua Selatan Pos terbitan Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, Bupati Freddy sebenarnya sejak dipercaya menjadi bupati oleh masyarakat sudah siap menerima kritikan .

Hanya saja, sambung Irham, yang terjadi bukan kritikan tetapi lebih pada upaya menjatuhkan reputasi pribadi, melecehkan harkat dan martabat Bupati Freddy selaku orang Marind serta juga merusak tatanan rumah tangga bupati yang berujung pada membentuk opini, orang Marind tidak layak menjabat sebagai pemimpin di daerahnya.

"Kami sudah tahu si perempuan berinisial MGL ini telah mendatangi kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Nasdem, kantor Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Inilah bukti upaya menjatuhkan reputasi bupati Freddy secara pribadi sebagai orang Marind begitu nyata dilakukan MGL dan sudah sangat keterlaluan,"  tuturnya.

Upaya yang dilakukan oleh si oknum perempuan ini, aku Irham, sudah di cross check oleh tim hukum bupati Freddy ke KPK, DPP Nasdem dan  Kemendagri.

Tapi, menurut Irham, pihak-pihak tersebut tidak menanggapi apa yang dilakukan MGL sebab kasus seperti ini harus ada pembuktian yang nyata.

Selaku kuasa hukum, Irham mengatakan mewakili bupati Freddy, pihaknya  menegaskan hubungan bupati bersama MGL hanya sebatas tim sukses.

"Apa yang disampaikan MGL sebagai upaya untuk merusak pandangan masyarakat tentang moral bupati. Saya selaku tim hukum  bupati menyatakan cerita MGL tidak benar," tegasnya.

Untuk sementara ini lanjut Irham, tim hukum bupati lagi mengumpulkan bukti-bukti dan sudah hampir rampung tinggal menunggu waktu melaporkan ke pihak kepolisian.

"Kalo kasus semacam begini biarlah proses hukum yang akan menguak semua.  Kami akan segera melaporkan kasus ini ke kepolisian," ujar Irham sembari menduga ada indikasi pemerasan yang ingin dilakukan MGL.

Membaca pernyataan kuasa hukum di koran tersebut, Maria G Levitar menyatakan geram.

"Apa yang diungkapkan kuasa hukum Bupati Freddy itu telah melecehkan saya. Saya bersumpah bahwa apa yang saya laporkan ke DPP Nasdem, Kemendagri dan KPK, dan yang ditulis di wartamerdeka.info itu benar adanya. Saya juga tak pernah memeras  Freddy dan tak ada urusan politik atau niat menjatuhkan martabat Bupati Freddy," tegas Maria G Levitar kepada wartawan, Kamis sore (22/11/2018).

Dirinya akan melaporkan Bupati Freddy dan kuasa hukumnya ke pihak kepolisian atas tuduhan bahwa dirinya ada indikasi memeras dan mencoba menjatuhkan martabat Bupati Freddy.

"Saya hanya menuntut janji Bupati Freddy kepada saya yang telah dituangkan secara tertulis di atas materai senilai Rp 6000, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Freddy dan saya. Tidak lebih dari itu," tegas Maria.

Dikatakannya, dirinya juga tidak ada urusan politik apalagi mau menjatuhkan bupati. "Saya ini adalah yang pertama mendukung  Freddy menjadi Bupati. Bahkan saya juga membantu mencarikan dana untuk kegiatan kampanye Freddy. Jadi saya tegaskan sekali lagi saya tidak ada urusan politik dalam masalah ini," tandas Maria.

Maria menjemenjel, aealnya tidak berniat melaporkan secara hukum,  tapi kalau Bupati dan pengacaranya menempuh langkah hukum, dia tidak masalah. "Okelah pengacara saya pun siap. Saya nanti juga akan membuat laporan ke polisi,"  katanya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Maria mengaku telah lama menjalin asmara dengan Frederikus Gebze. Bahkan jauh hari sebelum Frederikus Gebze menjadi Bupati.

"Hubungan asmara kami terjadi sekitar setahun lebih setelah Pak Freddy menikah dengan Rini Dewarusi Nebore. Dan saya sendiri saat itu belum menikah, " kata Maria, ketika ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk menguatkan bagaimana "hot"-nya hubungan asmara mereka, Maria pun lalu membeberkan perilaku seks Frederikus Gebze yang akrab disapa Freddy.  Tapi tampaknya tak pantas,  perilaku seks mereka itu diungkapkan dalam pemberitaan.

Hubungan mereka sempat berhenti sejak Maria menikah dengan seorang anggota TNI Angkatan Laut. Namun, ketika dia ada permasalahan dengan suaminya, Freddy mulai mendekati dirinya lagi.

Maria juga mengaku bahwa dirinya sempat membantu Freddy saat ikut Pemilihan Bupati (Pilbup) pada saat Pilbup tahun 2010 dan Pilbup tahun 2015. Pada Pilbup tahun 2010, Freddy kalah,  dan ketika ikut lagi Pilbub tahun 2015,  Freddy memenangkan Pilbup.

Pada saat Freddy mengikuti dua kali Pilbub itu, Maria mengaku telah membantu Freddy. Bahkan, dia juga sampai mencari uang untuk beli bensin bagi kegiatan kampanye Freddy.

"Freddy saat itu masih susah soal keuangan, " ujarnya.

Saat proses Pilbup 2015 itu, Maria mengaku, dirinya menjalin lagi hubungan asmara dengan Freddy, setelah sempat terhenti.

Namun, setelah Freddy jadi Bupati, perselingkuhan mereka terkuak,  dan menyebar melalui media sosial (medos). Akhirnya, rumah tangga Maria pun goncang,  sehingga Maria bercerai dengan suaminya dan kini menjanda.

Kini, dirinya bersedia membagi cerita ke media, karena merasa terpojok oleh sikap Bupati Freddy, yang tidak memperdulikan nasibnya.

Padahal dirinya dan Bupati Freddy telah membuat perjanjian tertulis di atas materai yang ditandatangani mereka berdua.

Dalam surat perjanjian itu, Freddy disebut sebagai pihak pertama dan Maria sebagai pihak kedua.

Pada intinya, dalam surat perjanjian yang ditandatangani di atas materai senilai Rp 6000, tertanggal 25 Oktober 2016 tersebut,  Freddy selaku Bupati menyatakan siap untuk menafkahi dirinya.

Inilah surat perjanjian Bupati Merauke dengan Maria G Levitar yang telah beredar di publik 

Dalam surat perjanjian itu, di antaranya, disebutkan bahwa pihak pertama (Bupati Freddy) menjamin akan memberikan fasilitas kepada pihak kedua berupa:

a. 1 (Satu) buah rumah tinggal permanen sederhana layak huni dengan luas bangunan 10 X 15 di dalam Kota Merauke dan pemberian fasilitas ini akan direalisasikan kepada pihak kedua Maria)

b. Pemberian kendaraan yang akan diberikan pihak pertama kepada kedua

c. Pemberian modal usaha sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) yang akan direalisasi pihak pertama kepada pihak kedua

d. Pihak pertama menjamin bahwa selama memangku jabatan sebagai Bupati Merauke periode 2016-2021 akan memberikan paket pekerjaan dari program/kegiatan yang beban pembiayaannya pada APBD dan APBN Kabupaten Merauke melalui satu pintu kepada pihak kedua pada setiap tahun anggaran.

Semua janji itu belum satupun ditepati bupati.

"Saya  minta janji Bupati Freddy kepada saya yang tertuang dalam surat perjanjian tersebut ditepati. Saya tidak menuntut janji poin d yang soal proyek, tapi yang lain ditepatilah,"  ujarnya.(Red)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Maria, Selingkuhan Bupati Merauke, Berang Dituding Memeras"

  1. Masyarakat pun sulit percaya bahwa brita perselingkuhan ini hoax. Maria itu jelas wanita teraniaya batinnya. Terdzolimi dan dijadikan tumbal aksi politik. Hukum Tuhan yg hanya mampu mengadili arogansi sang bupati.

    BalasHapus