// Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. // Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. //

Trulli
Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar (kiri) menyambut mitranya dari Turki, Hakan Fidan, sebelum pertemuan konsultasi dua hari dengan para menteri luar negeri Turki, Arab Saudi, Mesir dan Pakistan di Islamabad pada Minggu (29/3/2026) (Kementerian Luar Negeri Turki/Handout via Anadolu)

Protes menentang Donald Trump meluas ke seluruh AS


Protes menentang Presiden AS Donald Trump telah digelar di seluruh Amerika Serikat, dengan banyak orang menyatakan penentangan terhadap serangan terhadap Iran.

Lanjut...

Diduga Keracunan Makanan, 8 Murid SDN 6 Muara Lawai Dilarikan Ke Rumah Sakit


LAHAT (wartamerdeka.info) - Sebanyak 11 anak usia sekolah dasar SD Negeri 6 Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat mengalami keracunan makanan jajanan di sekitar sekolah.  Delapan diantaranya dilarikan ke RSUD HM Rabain Muara Enim,  Rabu (09/01/2019).

Dari informasi yang diperoleh dari beberapa korban didampingi orang tuanya mengatakan bahwa para murid kelas 4 dan 5 ini pada jam istirahat sekitar 09.30 WIB seperti biasa berjajalan di sekolah diantaranya ada yang membeli Sagon (Sagom) atau Kue Kom merk Hikmah. Yakni jenis makanan bubuk putih yang dibungkus kertas kuning produksi Jawa Barat yang dijual di sekitar sekolah.

Beberapa saat setelah mengkonsumsi makanan tersebut ada pula di antaranya yang mengkonsumsi Sagon tersebut dengan dicampur es krim, mengalami pusing dan muntah muntah di ruang kelas sehingga banyak guru langsung kaget dan mencari tahu penyebabnya.

Salah satu guru SDN 6  Maruyah yang berhasil dimintai keterangan di Rumah Sakit menyebut bahwa sejak kemarin sudah ada salah satu anak yang mengalami pusing dan muntah akibat mengkonsumsi makanan tersebut dan pihak sekolah sudah menegur penjual agar tidak menjual produk tersebut.

Namun entah kenapa pada hari ini si penjual masih melakukan kegiatannya.

Melihat banyak anak yang mengalami kejadian muntah akibat diduga mengkonsumsi makanan ini maka pihak sekolah langsung melarikan anak anak ini ke Puskesmas Merapi Timur dan dari sana  langsung dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Muara Enim untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

"Saat ini barang bukti makanan dan penjualnya sudah kita siapkan dan data untuk keperluan pendidikan apabila suatu waktu diperlukan oleh pihak yang berwajib dan untuk kondisi 8 siswa yang menderita diduga keracunan ini dalam kondisi yang cukup baik dan masih dalam perawatan pihak RSUD HM Rabain Muara Enim," jelasnya.

Rani orang tua dari Dimas Aditya(9), kelas 4, meminta kepada pihak sekolah untuk lebih hati-hati menyikapi banyaknya penjual yang ada di sekitar sekolah dan alangkah baiknya jika di dalam sekolah terdapat kantin yang benar-benar dikoordinir oleh pihak sekolah sehingga seluruh produksinya dapat terjamin dan aman dikonsumsi.ungkapnya.(Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama