Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Perluas Kerja Sama Strategis, Pemda Barru dan ITBA Al Gazali Teken MoU


BARRU (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Barru dan Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pembangunan daerah berbasis kolaborasi akademik.

Kesepakatan Bersama tersebut ditandatangani Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. dan Rektor ITBA Al Gazali Barru Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd., usai pelaksanaan Wisuda Sarjana ITBA Al Gazali Barru, yang berlangsung di Baruga Pettu AdaE, Lantai VI Menara MPP Barru, Sabtu (27/12/2025).

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi penguatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan dan potensi lokal Kabupaten Barru.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dalam program magang dan praktik kerja mahasiswa, pendampingan program inovaai sosia dan ekonomi kreatif, pengembangan inovasi dan teknologi tepat guna, serta penyusunan kajian akademik sebagai dasar perumusan kebijakan daerah.


Penandatanganan MoU ini menjadi wujud komitmen bersama Pemkab Barru dan ITBA Al Gazali Barru dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama