// Ukraina menandatangani pakta pertahanan dengan negara-negara Teluk dalam upaya untuk mendapatkan dukungan finansial. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan perundingan antara Iran dan AS akan diadakan dalam waktu dekat.


Namun Iran kembali bersumpah untuk berjuang sampai akhir. Sumpah itu muncul setelah AS mengumumkan akan mengerahkan pasukan respons cepat militernya di wilayah tersebut.

Lanjut...

WMChannel


 

Kemarau Panjang, Kekeringan Dirasakan Warga Desa Ciruyung


CILACAP (wartamerdeka.info) - Kemarau panjang yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan banyak berdampak kepada masyarakat di Cilacap. Salah satu dampaknya juga dirasakan warga desa Ciruyung kecamatan Karangpucung.

Disampaikan Ruswanto kepala desa Ciruyung pada saat pendampingan pekerjaan infrastruktur dana desa, dampak terparah terjadi dua bulan terakhir. "Efek kekeringan yang paling dirasakan terjadi di dukuh Kadu dusun Pengasinan dan Cilimus," ujarnya, Senin (1/7/2019).

Banyak sumber air dari sumur galian warga yang terbiasa untuk MCK sekarang kering. Terpaksa mereka mengambil kebutuhan air dari tempat lain yang jarangknya lebih jauh.

Selain itu banyak sawah yang gagal panen. "Dari sekitar 75 hektare area persawahan yang ada di desa Ciruyung, hampir 60 persen yang mengalami gagal panen," jelas Ruswanto.

Area terluas, lanjutnya, adalah persawahan di dusun Cilimus dan dusun Liunggunung. "Sedangkan ketersediaan untuk konsumsi air minum sampai saat ini masih cukup meski dirasakan sudah menipis. Karena terbantu oleh masyarakat yang terbiasa membeli air munum kemasan galon," sambungnya.

Ruswanto berharap kedepannya pihak pemerintah daerah akan lebih memperhatikan hal ini. "Kami berharap halmseperti ini dapat diantisipasi dengan bantuan sarpras air bersih dari pemda," pungkasnya.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama