// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo


KONGA (wartamerdeka.info) - Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribuan anak panah berhasil diperoleh Satgas Konga XXXIX-A Rapid Depolyable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) dari Ex-Combatan kelompok bersenjata Kabege.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco Kolonel Inf Dwi Sasongko, di Markas Indo RDB, Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, baru-baru ini.

Menurut Kolonel Inf Dwi Sasongko, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco merupakan satgas batalyon gerak cepat pertama yang berasal dari Indonesia di bawah bendera PBB, dengan kekuatan satu batalyon sebanyak 850 personel terbaik dan terpilih termasuk 23 Prajurit Wanita TNI terdiri dari gabungan tiga matra yaitu TNI AD, AL dan AU bergabung untuk melaksanakan misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo. 

“Dalam melaksanakan tugas dengan menganut sistem terbaru yaitu United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS).

“Sesuai dengan mandat PBB yang diberikan yaitu protection of civilian, pendekatan Civil and Military Coordination (Cimic) merupakan ujung tombak yang ampuh dalam rangka menggalang dan melaksanakan pendekatan kepada warga masyarakat,” ujarnya.

Dansatgas TNI Konga XXXIX-A menjelaskan bahwa saat ini telah terdata sebanyak 1.127 pria dan 316 wanita Ex-Combatan telah menyerahkan diri dan menginginkan hidup damai, berdampingan seperti warga masyarakat lainnya.

“Pendekatan, komunikasi dan kemampuan bersinergi dengan warga masyarakat dan aparat pemerintah setempat yang dilaksanakan oleh Satgas  telah membuahkan hasil ditunjukkan dengan banyaknya warga Ex-Combatan dari berbagai kelompok bersenjata (may-may) yang secara sukarela menyerahkan peralatan perang  berupa senjata, busur, panah dan senjata tajam lainnya,” ucap Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Kolonel Inf Dwi Sasongko menyampaikan bahwa senjata yang telah diserahkan tersebut selanjutnya akan diproses dan ditindaklanjuti oleh Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) Monusco. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama