// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

TPA Tlekung, Kota Batu menebar aroma tak sedap, memicu protes warga


KOTA BATU (wartamerdeka.info) - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur kembali memanas lantaran menyebarkan aroma tidak sedap yang mengganggu kehidupan sehari-hari warga setempat.

Laporan reporter wartamerdeka.info di lapangan, menyebutkan sebagian warga desa Tlekung mendatangngi TPA pengolahan sampah untuk menanyakan perihal yang akhir-akhir menyebarkan aroma bau sampah yang menyenggat, Senin,(20/4/2026).

Ternyata, saat warga masuk kedalam halaman TPA menemukan Dram Truk yang sudah beberapa hari belum di musukkan sampah kedalam mesin pembakaran yang mengakibatkan aroma bau yang tidak sedap..


Menurut warga, pihak TPA tidak komitmen untuk perjanjian pada proses pengolahan sampah dari perjanjian sebelumnya (tahun 2024), saat dibukanya kembali TPA tersebut. Dari pengambilan sampah masuk kedalam TPA tidak langsung di olah malah banyak tertimbun sampai beberapa hari yang mengakibatkan penyebaran bau di lingkungan Desa Tlekung.

Camat Junrejo, Parman, menerangkan bahwa dari pemerintah kususnya DLAH juga harus menjaga komitmen dalam pengelolaan sampah, jangan sampai berdampak yang membuat bau menyengat,.


"Seperti halnya jumlah sampah yang masuk dalam TPA juga harus dibatasi, jangan sampai tertimbun berlama-lama. Sehari saja menimbun nandon baunya akan lebih kenceng,".ujarnya Camat Parman.

Warga menginginkan pihak tim pengolahan TPA Tlekung lebih memmerhatikan komitemen sebelumnya dalam proses pengolahan sampah, agar tidak meresahkan warga sekitarnya.(Hari)

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama