Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Pasar Jaya Boros: Tunjuk Sucofindo Jadi Panitia Lelang, Padahal Memiliki Unit Layanan Pengadaan

HM Basri Budi Utomo, AS, SIP, SH, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan  Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI)
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Penunjukan PT Sucofindo sebagai panitia lelang perparkiran di lingkungan Perumda Pasar Jaya merupakan pemborosan yang tidak biasa ditolerir. Terlebih DKI Jakarta saat ini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam PSBB ini, Gubernur Anies Baswedan menginstruksikan karyawan, baik swasta dan negeri, agar bekerja dari rumah (Work From Home), termasuk memberikan sanksi bagi dunia usaha yang melanggar aturan main PSBB, seperti memperkerjakan karyawan seperti biasa.

"Fakta-fakta tersebut diabaikan oleh Perumda Pasar Jaya. Mereka memaksakan kehendak melakukan lelang," tegas HM Basri Budi Utomo, AS,SIP, SH, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan  Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI), di Jakarta, Senin (20/4/20)

Padahal, dalam situasi saat ini, pemerintah - termasuk setiap Pemda, pusing mengalokasikan dana bagi mereka yang terdampak virus corona, khususnya sembako mengingat saat ini cukup banyak karyawan yang dirumahkan.

"Belum lagi soal masker, Alat Pengaman Diri (APD) kepada medis maupun biaya karantina," beber HM Basri Budi Utomo.

Eh, di sisi lain Pasar Jaya  menghamburkan uang dengan menunjuk PT Sucofindo sebagai panitia lelang. Basri yakin dana yang digelontorkan Perumda Pasar Jaya tidak kecil. "Pasti bisa memenuhi kebutuhan masker maupun APD," tegas aktivis yang peduli soal korupsi ini.

Padahal, di Perumda sudah ada divisi yang menangani lelang, yaitu Unit Layanan Pengadaan (ULP).  Divisi ini bukan anak kemarin sore menangani lelang kebutuhan Pasar Jaya. Mereka tahu persis seluk beluk pengadaan barang dan jasa. Cukup profesional dan selama ini tidak ada masalah. Apalagi Managernya bergaji cukup fantastis, yang kabarnya setara dengan kepala SPI

"Saya mengendus aroma yang tidak sedap, kok dipaksakan lelang di tengah PSBB dan penunjukan Sucofindo," tambah Basri.

Karena itu, Basri mencurigai ada kepentingan besar dari Bos Pasar Jaya terhadap lelang yang dipaksakan, termasuk penunjukan Sucofindo sebagai panitia lelang.

HM Basri Budi Utomo, Ketua Umum  GNPK-RI bersama gubernur DKI Anies Baswedan

Hasilnya bisa dilihat pada pembukaan dokumen administrasi dan legalitas melalui zoom conference  PT Tua Mandiri yang tidak bisa memperlihatkan KTP asli direktur, ditambah 4 kali salah memasukan pasword, kok bisa dinyatakan lulus. Padahal sebagaimana diatur dalam KUK, seharusnya gugur.

Begitupun dua PT yang tidak hadir, PT Web Solution Indonesia dan PT Metro Fifora Perdana, dinyatakan lolos di fase itu juga, sesuatu yang mengundang keheranan  peserta lelang.

Lantas pertanyaannya, di mana kedua PT itu bisa lolos verifikasi? "Inilah yang membuat bos PD Pasar Jaya  dianggap punya kepentingan besar di lelang ini," kata Basri yang mengaku sudah melakukan konfirmasi ke panitia lewat WA tapi tidak dibalas

Lagipula, bonatifitas perusahaan itu diragukan banyak pihak. Misalnya,  kantor PT Web Solution, setelah ditelusuri sesuai alamatnya hanya gudang. Apalagi sas-sus mereka zero soal parkir, tidak punya jam terbang sebagai perusahaan yang menangani parkir.

"Jelas kan, survey dan verifikasinya amburadul," tegas Basri.

Dia menduga ULP dibuang, diganti dengan PT Sucofindo, sarat kepentingan Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin.

"Apa itu kepentingannya kita akan selidiki," sambung lelaki asal Pekalongan, Jawa Tengah ini.

Padahal sebelumnya, Arief sendiri sudah diingatkan jangan memaksakan beauty contest saat wabah virus corona dan penerapan PSBB yang membuat denyut Jakarta nyaris berhenti.

"Kan ini lagi bencana nasional, force majeure, masak harus menggelar lelang. Seakan mendesak amat sih, seperti membangun rumah sakit corona," ujar Basri mengumbar tawa.

Sampai berita ini diturunkan, para pihak yang bertanggung jawab soal tender tersebut, bungkam seribu bahasa.         

Manager ULP (Unit Layanan Pengadaan) Anggie Muriani, tidak memberikan klarifikasi. Begitupun jurubicara Pasar Jaya, Amanda, juga tidak memberikan respon terhadap konfirmasi yang dilayangkan media.                     

Seperti terkesan kompak untuk tutup mulut.

Reza yang disebut-sebut orang PT Sucofindo yang menangani tender ini tidak mau mengangkat telepon. Padahal, Sucofindo sebagai BUMN , kabarnya memiliki SDM yang handal, sesuatu yang bertolak belakang saat menjadi panitia lelang di Perumda Pasar Jaya.

"Jadi lelang ini perlu ditinjau kembali," jelas Basri berulang-ulang.(Ajis/tim)

Posting Komentar untuk "Pasar Jaya Boros: Tunjuk Sucofindo Jadi Panitia Lelang, Padahal Memiliki Unit Layanan Pengadaan"