Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Tanggul Sungai Jebol, 2.608 KK Wilayah Gandrungmangu Terendam Banjir


CILACAP (wartamerdeka.info) - Banjir yang melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Gandrungmangu di sebabkan luapan Sungai Ciawitaali yang tidak bisa menampung derasnya air hujan. Selain itu juga disebabkan tanggul irigasi Citandui dan tanggul Sungai Cihaur jebol sehingga masuk ke pemukiman warga dan area persawahan, Rabu (18/11/2020).

Desa yang terdampak banjir diantaranya Desa Kertajaya, Wringinharjo, Layansari, Bulusari, Gintungreja, Cisumur, Cinangsi, Karanggitung dan Desa Gandrungmangu. Sedikitnya ada 2.608 KK terdampak banjir sedangkan warga yang terdampak tanah longsor ada 8 KK. 

Beberapa warga diantaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Desa Wringinharjo, 150  orang warga mengungsi di Masjid Baitul Muklis Tegalmawar, 65 orang ke SD 2 Wringinharjo dan 20 orang warga mengungsi ke Mushola Nurulhuda. Di Desa Bulusari, 60 orang warga mengungsi di Mushola Al Badru Desa Bulusari. 

Danramil 10 Gandrungmangu Kapten Inf Marjono ketika dikonfirmasi menjelaskan, akibat musibah ini dua orang warga meninggal dunia sedangkan kerugian materil 5 rumah rusak berat. 

"Upaya yang kita lakukan bersama Aparat terkait lainnya yaitu melaksanakan pendataan, mengevakuasi warga ke posko pengungsian dengan perahu karet dari BPBD. Perahu perahu ini juga kita siagakan di desa terdampak banjir," terang Kapten Inf Marjono.

Pihaknya telah kerahkan seluruh Babinsa untuk tetap selalu siaga di desa desa yang terdampak banjir dan tanah longsor guna memantau perkembangan situasi yang ada dan mengevakuasi warga korban banjir ke posko atau tempat tempat pengungsian yang lebih aman serta membagikan sembako kepada mereka. 

"Kita berharap, banjir cepat reda sehingga warga bisa beraktifitas seperti sedia kala," tandasnya.(gus)

Posting Komentar untuk "Tanggul Sungai Jebol, 2.608 KK Wilayah Gandrungmangu Terendam Banjir"