Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Plt Wali Kota Tasikmalaya: RSUD dr. Sokerjo Harus Punya Itikad Mencicil Utang Pembayaran Obat

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - RSUD dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya kini kekurangan obat untuk pasien rawat jalan dan rawat inap. Pasalnya, semua distributor obat sudah tidak mau lagi memasok  obat ke Rumah Sakit tersebut.

Ini terjadi karena utang pembelian obat terdahulu, belum  dibayar oleh pihak rumah sakit. Bahkan ada hutang sejak tahun 2018, yang belum dibayar.

Menurut Plt Walikota H.Muhamad Yusuf,  hal itu karena memang anggaran dari kemenkes  juga belum cair sekitar Rp 120 milyar.  

"Pelayanan harus terus berjalan, dan juga ada rumor pasien diperiksa pakai BPJS,  namun obat harus beli sendiri di luar, itu saya tidak mau, makanya saya sudah memanggil direktur Indo Farma dan jajaran yang terkait untuk duduk bersama, dan alhamdulillah ada titik terang," ujar  M.Yusuf saat di temui wartawan di rumah korban yang tersambar petir dalam silaturahmi, Minggu (13/6/2021).

H.M Yusup juga mengatakan bahwa pihaknya atas nama Pemerintah telah meminta kepada Indofarma untuk kembali memasok obat ke Rumah sakit dengan 0% limit, dan juga telah melobi Bank untuk  bisa mengasih dana pinjaman agar bisa bayar utang tersebut.

"Saya juga menghimbau kepada RSUD agar punya itikad untuk bisa menyicil  bayar utang tersebut, yang tentunya bertahap jangan ditunda - tunda," kata Yusup, kepada Wartawan.

Sedangkan saat dikonfirmasi tentang sumbangan untuk keluarga korban tersambar petir, kata Yusup, mengaku memang Pemerintah harus membantu warganya yang kena bencana walaupun stimulan, dan pihaknya atas nama pemerintah, telah memberikan uang dan sembako alakadarnya, juga ditambah dari Dinas Sosial dan BPBD. (H.Adam) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama