Catatan Kamtibmas dan Moderasi Beragama di Ibu Kota 2021

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki

(Kepala Lembaga Peradaban Luhur - LPL)

Sepanjang tahun 2021, banyak peristiwa yang terjadi di Ibu Kota, DKI Jakarta, yang menjadi perhatian publik, terutama yang terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat serta moderasi beragama. Berikut catatan-catatan dari Lembaga Peradaban Luhur (LPL) terhadap berbagai peristiwa tesebut sebagai bahan refleksi dan referensi kebaikan serta  perbaikan di tahun 2022.

Untuk keamanan dan ketertiban masyarakat, kinerja kepolisian daerah Metro Jaya di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran patut diberikan apreasiasi. Sepanjang tahun 2021, berbagai langkah yang diambil Kapolda Metro Jaya telah memberikan rasa aman kepada warga masyarakat, seperti bersama Satpol PP melakukan pencopotan atribut ormas-ormas pemuda di sejumlah jalan di Ibu Kota untuk mencegah terjadinya lagi bentrok antar ormas pemuda yang kerap terjadi. Bukan hanya pencoptan atribut, Kapolda Metro Jaya juga berkomitmen akan menindak tegas ormas-ormas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat; dan juga melaksanakan perintah Presiden Jokowi agar jajarannya  tidak perlu sowan, berkunjung kepada ormas-ormas yang  kerap bikin onar atau keributan.

Tindakan tegas Kapolda Metro Jaya terhadap ormas-ormas yang kerap bikin onar atau keributan ini harus menjadi momentum bagi segenap komponen masyarakat di tahun 2022 untuk turut serta berkolaborasi mendukung dengan aksi nyata di tempatnya dan sesuai kapasitas masing-masing untuk memutus spiral kekerasan premanisme di tengah masyarakat.  Karena ormas-ormas yang kerap bikin onar atau keributan ini terkait erat dengan premanime yang telah berurat akar di bangsa Indonesia yang pelakunya, dalam kajian antropologi, disebut dengan  sovereign bodies atau individu yang memiliki kedaulatan di luar negara tidak bisa dibiarkan keberadaannya.

 Sudah sangat jelas bila aksi premanisme ormas-ormas tersebut seperti pungutan liar (pugli) dan perbuatan-perbuatan persekusi yang sudah banyak merugikan masyarakat, dan korbannya tentu saja masyarakat juga. Walau dalam sejarah di Indonesia praktik premanisme sering diperlukan  keberadaannya dan “dipelihara” untuk kepentingan politik, bisnis, dan bahkan juga untuk keamanan itu sendiri, namun hukum harus tetap menjadi panglima, kedaulatan negara harus dijaga, tidak boleh ada individu atau sekelompok orang yang berdaulat di luar negara; keamanan dan kenyaman masyarakat juga harus menjadi prioritas.

Dan sebagai catatan yang juga penting untuk diperhatian dan ditindaklanjuti, LPL berharap agar aparat kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, tidak hanya menindak tegas ormas-ormas yang melakukan premanisme, tetapi juga betindak tegas kepada politisi dan para pebisnis yang memakai jasa ormas, jasa para preman, untuk kepentingan politik dan bisnis mereka agar spiral kekerasan premanisme benar-benar dapat terputus di DKI Jakarta yang sampai saat ini masih belum  masuk dalam daftar sebagai kota paling aman dan kota yang aman di dunia menurut hasil survei Numbeo, sebuah lembaga survei kelas dunia yang sering melakukan survei untuk crime index atau indeks kejahatan berbagai negara. 

Sedangkan untuk moderasi beragama sepanjang tahun 2021 ini, Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara telah berhasil menjaga kehidupan beragama yang moderat yang memberikan kesejukan dan kedamaian bagi warga Jakarta serta menjadi teladan bagi daerah-daerah lain. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kepemimpin Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Baswedan, yang kerap diisukan dekat dengan kelompok-kelompok intoleran namun ternyata dapat ditepis dengan kerja nyatanya yang mendapat apresiasi dari ormas-ormas keagamaan yang moderat.  Selain itu, tindakan-tindakan nyata dalam menjaga moderasi beragama di Ibu Kota juga dilakukan Kapolda Metro Jaya yang atas jasanya ini mendapat anugerah Tokoh Moderasi Beragama dari Pengurus Wilayah Asosiasi Pesantren NU atau Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI-NU) DKI Jakarta.  

Akhir catatan, dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini yang berdampak kepada ekonomi, pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya di Ibu Kota sehingga memunculkan kerawanan tindak kejahatan dan naiknya kriminalitas, namun berkat kerja keras semua kalangan, bukan hanya Kapolda Metro Jaya dan Gubernur DKI Jakarta saja, tetapi semua elemen masyarakat, sehingga sepanjang tahun 2021 ini tidak ada  terjadi peristiwa keamanan dan ketertiban yang sangat buruk, begitu pula dalam moderasi beragama. Semoga ini bisa bertahan dan meningkat kualitasnya di tahun 2022. Aamiin.

Posting Komentar untuk "Catatan Kamtibmas dan Moderasi Beragama di Ibu Kota 2021"