Anggota Koperasi Minatani Pertanyakan Isu Gugatan Asset

Anggota Koperasi Minatani, Sudarlin

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Sejumlah anggota KUD Minatani Brondong mempertanyakan isu sengketa menyusul munculnya wacana gugatan sebagian asset Koperasi milik Koperasi Minatani beberapa waktu kemarin. 

Seperti pernah diberitakan wartamerdeka.info  (http://www.wartamerdeka.info/2022/01/menggugat-keabsahan-model-pemilihan.html), wacana ada sejumlah kalangan dari anggota Koperasi yang akan menggugat sebagian asset Koperasi kini tidak mencuat kembali. 

Salah seorang anggota Koperasi Minatani, Sudarlin menyayangkan kalau isu adanya gugatan tersebut sampai mencuat ke publik, tapi belakangan lenyap. 

"Saya heran, isu adanya rencana menggugat sebagian asset  Koperasi kemarin begitu sangat kuat, tapi tiba tiba lenyap, " ungkap Sudarlin, hari ini. 

Menurut dia kalau memang tidak ada ruang atau celah untuk digugat seharusnya isu tersebut tidak menjadi bahan perbincangan, sebaliknya, kalau memang ada sejumlah anggota yang akan menggugat, ya gugat saja. 

Dengan begitu, masih kata mantan ketua RN ini, tidak membuat anggota bingung. 

"Sebagai anggota sah sah saja kalau akan menggugat Koperasi dimana dia menjadi anggotanya, sehingga tidak sekadar menebar wacana-wacana, yang tentu saja, materi gugatan nya harus jelas dan by data, jangan asal asal, "tandas dia. 

Menurut Sudarlin kalau isu gugatan kemarin itu, tiba tiba lenyap, pihaknya akan mempelajari kemungkinan melakukan hal yang sama, tapi materinya berbeda. 

"Bisa jadi, kami akan melakukan hal yang sama, cuma materinya berbeda, saat ini kami tengah mempelajari, jika memang memungkinkan untuk itu, kami tidak segan melakukan langkah seperti itu," imbuh Darlin.  (Mas)

Sementara, pengurus KUD Minatani Brondong hingga berita ini tayang belum bisa dikonfirmasi. 

Namun, sumber yang layak dipercaya menyebut jika wacana menggugat sebagian asset KUD Minatani yang pernah mencuat tersebut, bakal tidak berlanjut.(Mas)

Posting Komentar untuk "Anggota Koperasi Minatani Pertanyakan Isu Gugatan Asset"