Motivasi

Memberi dengan hati tulus tanpa balas jasa, merupakan prinsip hidup bagi Sulastri

Pineapple JAKARTA (wartamerdeka.info) - Serangan Iran terhadap pembangkit listrik dan desalinasi air di Kuwait telah menewaskan seorang pekerja India dan merusak sebuah bangunan di lokasi tersebut, seiring meningkatnya ketegangan regional di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. “Sebuah gedung layanan di pembangkit listrik dan desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut,” kata Kementerian Kelistrikan Kuwait dalam sebuah pernyataan pada hari Senin. Tim teknis dan tanggap darurat segera dikirim ke lokasi untuk menangani dampak serangan dan memastikan kelanjutan operasi normal, tambahnya. Tidak ada komentar resmi dari Iran, di mana media pemerintah mengutip kementerian Kuwait yang mengatakan bahwa ada kerusakan yang luas di pabrik tersebut sebagai akibat dari serangan itu. Melaporkan dari Kota Kuwait, Malik Traina dari Al Jazeera mengatakan Kuwait telah menjadi sasaran serangan berulang kali sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran lebih dari sebulan yang lalu. “Baru kemarin malam, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa 14 rudal dan 12 drone terdeteksi di wilayah udara Kuwait, dan beberapa drone tersebut menargetkan sebuah kamp militer, di mana 10 prajurit terluka,” katanya. “Mereka telah dibawa ke rumah sakit dan telah menerima perawatan medis.” Eskalasi regional terus meningkat sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang – termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, beberapa pejabat tinggi lainnya, dan setidaknya 216 anak-anak, menurut otoritas Iran – dan menghancurkan infrastruktur penting. Pasukan Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara regional yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair global, sebuah langkah yang telah mendorong kenaikan harga energi dan mengguncang pasar keuangan. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menghentikan sementara ancaman serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari hingga 6 April. Iran mengatakan akan membalas dengan serangan sendiri terhadap lokasi energi di seluruh wilayah Teluk jika fasilitasnya diserang. Perang ini telah mengungkap kerentanan infrastruktur air yang penting di wilayah yang termasuk paling kekurangan air di dunia.(Aljazeera/red)

// Ukraina menandatangani pakta pertahanan dengan negara-negara Teluk dalam upaya untuk mendapatkan dukungan finansial. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Trulli
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir telah mendorong perluasan undang-undang hukuman mati Israel [File: Amir Cohen/Reuters] Negara-negara Eropa, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menyatakan keprihatinan atas ‘karakter diskriminatif de facto dari RUU tersebut. Keprihatinan mendalam atas rencana Israel untuk memperluas penerapan hukuman mati yang dapat secara tidak proporsional menargetkan warga Palestina.

WMChannel


 

Destinasi Wisata


Trulli

Aceh Culinary Festival 2026 kembali dilaksanakan mulai tanggal 8-12 April 2026. Aceh Culinary Festival merupakan salah satu perayaan kuliner paling berwarna di Indonesia yang setiap tahun masuk ke dalam Karisma Event Nusantara. Tahun ini Aceh Culinary Festival bahkan masuk ke jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara. (sumber:kemenpar.go.id).

Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan perundingan antara Iran dan AS akan diadakan dalam waktu dekat.


Namun Iran kembali bersumpah untuk berjuang sampai akhir. Sumpah itu muncul setelah AS mengumumkan akan mengerahkan pasukan respons cepat militernya di wilayah tersebut.

Lanjut...

Hj. Anne Ungkap Bobroknya Pengelolaan Keuangan Pemkab Purwakarta Saat Dedi Mulyadi Jadi Bupati, Ketua GMPK: Ini Pintu Masuk Penegak Hukum Lakukan Penyelidikan

Bupati Purwakarta Hj.Anne Ratna Mustika 

PURWAKARTA (wartamerdeka.info) - Dalam rekaman vidio pidatonya yang viral saat acara gempungan diburuan urang lembur, Bupati Purwakarta Hj.Anne Ratna Mustika begitu kesal dan geram kepada suaminya Dedi Mulyadi yang sekarang sedang digugat cerai.

Bupati Anne bahkan berani terbuka mengungkapkan kepada publik bagaimana bobroknya pengelolaan keuangan Pemkab. Purwakarta saat Dedi Mulyadi menjabat Bupati sebelum dirinya .

Seperti Anggaran Dana DBH dan Siltaf per tahun selama tiga tahun selalu ditunggak, tidak dibayarkan ke Desa sehingga menjadi hutang sampai sekarang.

Bahkan menurut Bupati Anne, dana sebesar Rp 28 Milyar, selama satu tahun sudah ia bayarkan, jadi tinggal dua tahun tersisa yang belum dibayar.

"Mau minta dibayarkan lagi sama Bupati sekarang, kamu tidak tahu malu, siapa Eluh, siapa yang berhutang siapa yang harus bayar, makanya jangan pencitraan terus," kata Bupati Anne

Menanggapi Vidio pidato Bupati Purwakarta yang Viral, Ketua GMPK Kab.Purwakarta, Ir.H.Awod Abdul Ghadir kepada wartamerdeka.info di ruang kerjanya, Jum'at (25/11/2022) mengatakan, sebenarnya ini pintu masuk bagi APH untuk melakukan penyelidikan.

"Tinggal panggil saja para Kades nya, saya rasa ini uang besar sekali, dan yang saya tau ini lebih dari Rp 28 Milyar per tahun. Coba tinggal kalikan saja berapa tuh uang yang goib, kemana tuh larinya," tutur Ami Awod.

Awod berharap keseriusan dan keberanian APH untuk menindak lanjuti apa yang dikatakan Bupati Anne.

"Saya kira ini sudah terang benderang, ada yang salah dalam pengelolaan keuangan Daerah di era Dedi Mulyadi," pungkas Awod.(AsBud)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama