Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ki Sedah Soponyono : Waspada, Bencana Alam Masih Tetap Ada


Penulis: Arif Wijaya

Musibah bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan sejenisnya disinyalir masih tetap melanda tanah air. Bahkan, bencana alam yang tidak umum terjadi, akan melanda bumi pertiwi ini. “Pertanda awal adalah luapan lumpur panas yang sampai sekarang belum teratasi,” demikian ungkap Ki Sedah Soponyono, seorang paranormal kondang asal Kediri, Jawa Timur.

Menurutnya pula, bencana alam seperti gempa bumi disertai tsunami di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat ini sudah terdeteksi jauh-jauh hari sebelumnya, Namun, masyarakat tidak merespon dengan baik. “Sebelum bencana Pangandaran, saya mendapat wisik, bahwa akan terjadi kejadian yang luar biasa di daerah Pantai Selatan. Di dalam petunjuk yang saya dapatkan, ada lubang besar berwarna merah yang tiba-tiba meledak dengan hebatnya di pantai selatan,” kata Ki Sedah ketika ditemui di ruang kerjanya di Kp. Melayu, Jl Wedana No, 29 C, Jakarta Timur.

Petunjuk tersebut didapatnya setelah mengadakan ritual di petilasan Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur. Bersama-sama beberapa paranormal seperti Ki Tunggul Wicaksono dan Ki Sabdo Kencono dan tokoh masyarakat setempat, hasil wisik dibicarakan secara terbuka. Bahkan, di dalam petunjuk tersebut juga diperoleh ganbaran bahwa bencana alam masih akan terjadi di tahun ini.

Namun, musibah alam ini tidak akan terjadi apabila umat manusia mau bertobat dan mengingat kepada sang khalik. “Intinya, kejadian ini hanya sekedar warning kecil kepada manusia. Misalnya, jangan mengeruk kekayaan hasil bumi secara sembarangan, baik yang ada di darat, laut maupun udara,” imbuh Ki Sedah Soponyono.***

Keterangan Foto: Ki Sedah Soponyono

1 Komentar

  1. www.cikarangonline.comSenin, 11 Oktober, 2010

    klo di cikarang, harus waspada dgn maling yang gunakan senjata api ...

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama