Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Masyarakat Pedesaan Kecamatan Sale Dambakan Perpustakaan Keliling

REMBANG-Masyarakat di kecamatan Sale sekian lama mendambakan mobil perpustakaan keliling (perling) hadir di desanya. Selama ini mobil pelayanan tersebut hanya mengunjungi sekolah-sekolah saja, warga ingin setidaknya dijadwalkan tiap bulan, mobil perling memberikan layanan serupa di desa mereka.

Camat Sale Sunarto ditemui di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, sudah cukup lama warga sejumlah desa di wilayahnya menanti kehadiran mobil perling. Sebenarnya kehadirannya dapat merangsang keberadaan perpustakaan desa. ”Selama ini mobil perling hanya mengunjungi sekolahan saja, tidak mencapai desa-desa terpencil,” jelasnya.

Menurut Camat Sale Sunarto, padahal masyarakat butuh berbagai buku bacaan, khususnya terkait pengetahuan pertanian, perkebunan dan perikanan. ”Dengan bertambahnya wawasan di bidang-bidang tersebut, diyakini akan tumbuh keinginan masyarakat mengembangkan ilmu yang diperoleh dari buku yang dibacanya itu,” kilahnya. 

Terpisah, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rembang Drs Edi Winarno Mpd  mengakui saat ini pihaknya belum menyentuh pembaca kalangan pedesaaan. Pasalnya saat ini pihaknya hanya memiliki satu unit mobil perling. “Sehingga tidak mampu menjangkau seluruh desa yang tersebar di 14 kecamatan se-kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Menurut Drs Edi Winarno, karena keterbatasan sarana mobil perling maka baru bisa menjangkau 60 desa di 14 kecamatan. Itu-pun, setiap hari mobil berkeliling berdasarkan jadwal yang telah disusun.

“Untuk memenuhi keinginan memberikan layanan seluruh pedesaan se-kabupaten Rembang, sedikitnya harus memilki tiga unit mobil perling,” ujarnya..

Diakuinya, kunjungan mobil perling, memang lebih difokuskan ke sekolah-sekolah, namun, tidak menutup kemungkinan mengunjungi desa-desa sesuai permintaan masyarakat. “Kita harapkan pemerintah kabupaten setempat dan pengusaha yang tergolong sukses membantu penambahan mobil perling untuk meningkatkan layanan hingga desa-desa pelosok yang ada di kabupaten Rembang,’ imbuhnya. (hasan)

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama