Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tarakan Makin Kondusif, Pengungsi Pulang


TARAKAN - Warga yang mengungsi pasca konflik bentrokan 2 kelompok warga di Tarakan, Kalimantan Timur telah pulang ke rumah masing-masing. Menyusul situasi Kota Tarakan kembali kondusif sepanjang hari ini.

"Semua pengungsi sudah dipulangkan," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, Kamis (30/09/2010) malam.

Akibat bentrok,warga mengungsi ke sejumlah pangkalan militer seperti Markas Lanal Tarakan,Makodim Tarakan serta Markas Yonif 613 Raja Alam.Mereka khawatir konflik bentrok terus berlanjut dan meluas.

"Mereka mulai pulang sejak Kamis dini hari karena memang situasi sudah kondusif," ujar Wisnu.

Meski begitu,personel aparat dari berbagai satuan seperti Brimob Polda Kaltim, Brimob Kelapa Dua, Polres Tarakan hingga TNI AD masih terus melakukan penjagaan di berbagai sudut Kota Tarakan.

"Belum ada (petugas) yang pulang.Semua yang kita lakukan untuk memberi rasa aman bagi warga Tarakan," tambah Wisnu.

Sepanjang hari ini,sambung Wisnu,aktivitas warga baik perekonomian dan perkantoran, terpantau kembali normal setelah sempat lumpuh sejak Senin 27 September 2010 lalu.

"Sekarang sudah tidak susah lagi mendapatkan kebutuhan sembako dan makanan yang diperlukan warga," terang Wisnu.

Konflik Tarakan,terjadi Minggu 26 September 2010. Tiga kali bentrok antar warga yang terjadi hingga Rabu 29 September 2010 mengakibatkan 5 orang tewas dan lainnya luka-luka. Polisi telah menangkap 3 orang tersangka pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Abdullah (50), salah seorang tokoh masyarakat Kota Tarakan.

"Sejauh ini korban tewas masih berjumlah 5 orang," tutup Wisnu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama