TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Korem 073 Makutarama Gelar Napak Tilas Jenderal Sudirman


REMBANG (wartamerdeka.com) - Tentara Nasional Indonesia  merupakan pengawal negara kesatuan Repulik Indonesia (NKRI), apabila TNI rubuh berarti taruhannya NKRI hancur, karena TNI merupakan benteng terakhir Negara. “TNI berkomitmen mempunyai tekad tidak ada seorang pun yang coba-coba berbuat macam-macam kepada NKRI, karena akan berhadapan langsung dengan TNI,” demikian disampaikan  Danrem 073 Makutarama Kolonel Infantri George El Nadul Supit kepada sejumlah wartawan  usai menjadi Inspektur Upacara dalam rangka penyerahan simbol kepada pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam IV Diponegoro di alun-alun Rembang, Kamis (15/12).


Supit menambahkan, kegiatan napak tilas Panglima Besar Jenderal Sudirman merupakan refleksi menanamkan nilai-nilai kejuangan prajurit. “Dengan harapan Prajurit TNI Angkatan darat khsususnya prajurit infantri bisa mengingat kejuangan pendahulu kita, sehingga kedepan semangat dan nilai-nilai kejuangan bisa memberikan motivasi disetiap jiwa prajutit TNI,”katanya

Napak tilas perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dilepas Danrem 073 Makutarama disaksikan jajaran Muspida dan tamu undangan. Napak tilas akan melalui 10 etape diikuti satu pleton prajurit TNI, diawali dari kabupaten Rembang menuju Blora-Purwodadi- Salatiga dan finish tanggal 19 Desember di lapangan panglima besar jenderal Sudirman di Ambarawa. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama