// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Semen Gresik Siap Buka Pabrik di Gunem


Ketua Tim Perluasan bahan baku
PT SG  Lilik Sulistyono
REMBANG  (wartamerdeka.com)  - Setelah gagal melakukan ekpansi  di Sukolilo, Kab Pati, PT (Persero) Semen Gresik (SG)  kini mulai intensif untuk melakukan eksplorasi di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Bertempat di pendopo kantor Kecamatan Gunem,jumat kemarin terlibat pula Badan Lingkungan Hidup Prov Jateng dan pihak konsultan dari Yogyakarta. 
Warga yang dilibatkan dalam program tersebut diantaranya para perangkat desa dan tokoh mayarakat desa-desa yang akan terkena megaproyek tersebut. Desa yang akan terkena proyek SG diantaranya, Desa Timbrangan,Desa Pasucen,Desa Kajar,Desa Tegaldowo,Desa Dowan,Desa Suntri ( Kecamatan Gunem, Desa Kadiwono ( kecamatan Bulu) serta Desa Tahunan di Kecamatan Sale.  

Ketua Tim Perluasan bahan baku PT Semen Gresik, Ir  Lilik Sulistyono di sela-sela acara kepada wartawan mengemukakan, jika pembangunan pabrik  di Gunem, Rembang akan memakan investasi sebesar Rp 3,5 triliun. 
“ Dimana untuk satu unit pabrik nantinya akan menghasilkan 2,5 juta ton semen per tahunnya,” kata Lilik. 


Ditambahkan pula,PT Semen Gresik saat ini tengah mengajukan izin lokasi seluas 900 hektar yang meliputi 520  hektar  tanah warga serta sisanya  tanah milik Perum Perhutani KPH Mantingan dan KPH Kebonharjo. Dalam acara dialog dengan warga tersebut muncul beberapa pertanyaan warga diantaranya seputar dampak lingkungan akibat kerusakan alam,polusi udara serta berkurangnya sumbermata air warga. (hasan)
Keterangan Foto: 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama