// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Belum Ada Ijin, Pembangunan Pabrik Es Sumberagung-Brondong Terus Dikebut


LAMONGAN (wartamerdeka.com) - Pembangunan pabrik Es yang berlokasi di desa Sumberagung kecamatan Brondong, Lamongan-Jatim, seperti yang pernah ditulis wartamerdeka.com beberapa waktu kemarin ternyata belum mengantongi ijin. Informasi yang dihimpun wartamerdeka.com mengatakan pembangunan pabrik Es yang disinyalir milik pabrik Es Sahabat Mina yang berlokasi di sebelahnya tersebut, memang belum mengantongi ijin lantaran masih menyelesaikan sebagian lahan yang ada disamping pembangunan pabrik. Padahal, seharusnya persoalan tersebut terpisah, sebab lokasi di belakang pabrik sudah dibatasi dengan pagar tembok. Namun, Kades Sumberagung Suminto dihubungi mengaku ijin sudah dalam proses. “Oh soal ijin sedang dalam proses!,” ujar Suminto.

Di tempat terpisah, Camat Brondong, Suharto melalui Kasi Ekbang setempat, Sariyono membenarkan kalau pembangunan pabrik tersebut belum mengurus ijin. “Karena masih menunggu penyelesain sebagian lahan di belakangnya, sehingga ijin dilakukan menunggu penyelesaian lahan tersebut, Mas!,” tandas Sariyono.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan pemkab Lamongan, Anwar dihubungi mengaku kaget kalau pembangunan pabrik Es tersebut belum ada ijin. “Lho, memang ada pabrik baru ya,? Kelihatannya benar belum mengurus ijin,” ujar Anwar.
Sementara sumber resmi lainnyaq dari kantor tersebut mengatakan, seharusnya satpol PP kecamatan bergerak cepat, kalau memang belum ada ijin ya dihentikan, “Harusnya kegiatan pembangunan dihentikan, pol PP kecamatan bila perlu kordinasi dengan pol PP kabupaten untuk menghentikan kegiatan tersebut,” kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya dari kantor perijinan setempat.
Sayangnya, Kepala Satpol PP Lamongan, Sukiman dikonfirmasi via SMS hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama