Langsung ke konten utama

DPO Pelaku Curas di SMP 3 Pamotan Dibekuk Polisi

REMBANG (wartamerdeka.com) - Anggota Resmob Polres Rembang  minggu  malam  (14/5) sekira pukul 8.30 WIB kembali berhasil bekuk  SGN (34)h  warga Desa Sadang  Kecamatan Jatirogo, Kab Tuban salah satu DPO pelaku Kasus Curas  pencurian dengan kekerasan  yang beraksi di SMP Negeri Pamotan,Kabupaten Rembang bulan  Desember tahun 2010 lalu  yang diduga   melakukan aksinya di sejumlah  TKP  di wilayah hukum Polres Rembang  dibekuk TIM Resmob di  Klender Jakarta Timur.



Seperti diberitakan disejumlah media baik cetak maupun elektronik  beberapa tahun lalu ,SGN merupakan  DPO Salah satu Kawanan perampok yang menyatroni SMPN 3 Pamotan,pada Rabu (22/12) dinihari.saat itu dalam aksinya komplotan ini berhasil menggondol sejumlah barang elektronik dan computer untuk pembelajaran siswa dengan senilai hampir 60 juta rupiah.setelah melumpuhkan penjaga malam sekolah tersebut.
Setelah pelaku berhasil melumpuhkan Sutrisno (45), penjaga malam SMPN 3 Pamotan Sekitar pukul 24.00 malam,pada saat penjaga berkeliling di kawasan sekolah. Setengah jam kemudian, saat ia hendak memeriksa ruang Tata Usaha (TU), tiba-tiba didatangi kawanan perampok  dan langsung menyekapnya. Kuat dugaan pelaku sudah profesional dalam melakukan aksinya di sejumlah wilayah, Kab Rembang maupun Kab Blora.

Kapolres Rembang AKBP Adhi Fandhi Ariyanto melalui kasat reskrim AKP Joko Susilio saat dikonfirmasi wartawan membenarkan perihal penangkapan salah satu pelaku curas di SMPN 3 Pamotan,Rembang. “ Saat ini pelaku masih kami  diinterograsi  sekaligus untuk menunjukkan komplotan lainnya yang masih dalam pengejaran petugas,” kata Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Susilo.
Selain itu  pihaknya juga berupaya ungkap kasus yang  dilakukan  di tempat lain. Akibat perbuatannya tersangka, SGN  dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas) tahun penjara. (hasan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...