// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Menteri Susi Berhasil Rayu Pengusaha Jepang Alihkan Pabrik ke Indonesia

Menteri KKP Susi Pudjiastuti bersama pengusaha Jepang 
JAKARTA (wartamerdeka.net)  - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang baru pulang dari kunjungannya ke Tokyo, Jepang membawa oleh-oleh menarik untuk Indonesia.


Di Negeri Sakura, Susi melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan perikanan. Dan dalam pertemuan tersebut, Susi berhasil merayu beberapa perusahaan perikanan Jepang untuk memindahkan pabriknya dari Thailand ke Indonesia.

Salah satu perusahaan perikanan Jepang yang telah berkomitmen memindahkan pabriknya ke Indonesia yakni Itochu Corporation. Selama ini keberadaan perusahaan tersebut hanya melelalui anak usahanya PT Aneka Tuna Indonesia.

"Ini berita luar biasa membahagiakan kita. Beberapa perusaahan akan relokasi dari Thailand ke Indonesia, yang sudah confirm itu adalah Itochu. Mereka akan pindahkan, prosesinya dari Thailand ke Indonesia," tuturnya di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Sayangnya, masih ada kendala bagi perusahaan perikanan yang ada di Indonesia. Pemerintah Jepang mengenakan bea impor atas produk perikanan dari Indonesia sebesar 7%, sementara dari Thailand dibebaskan.

"PR kita masih ada, ternyata produk pengolahan ikan itu kalau dari Thailand ke Jepang impor tarifnya nol, tapi dari Indonesia kena 7% rata-rata. Jadi mereka minta ke pemerintahnya sendiri untuk di nol kan karena kalau tidak nanti dari Indonesia lebih berat, berkurang keuntungannya 7%," imbuhnya.

Kendati begitu, menurut Susi hadirnya Itochu Corporation di Indonesia cukup serius. Perusahaan tersebut ingin mengembangkan saya bisnis anak usahanya secara masif di Indonesia.

"Mereka akan memperkuat cabang anak usahanya di sini, untuk lebih besarkan dan bahkan mereka targetkan pasarnya juga di Indonesia. Karena mereka merasakan Jepang penduduknya berkurang, jadi konsumsi produk ikan menurun. Di Indonesia orangnya tambah tentu kebutuhannya juga semakin bertambah," tandasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama