Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Didukung 190 Media Online, IMO Indonesia Dideklarasikan


JAKARTA (wartamerdeka) - Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, resmi mendeklarasikan dirinya sebagai wadah  yang memayungi 190 perusahaan media online se-Indonesia. 


Deklarasi yang diselengarakan di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu, berlangsung meriah. Sejumlah tokoh Jurnalis senior di Indonesia pun turut meramaikan dan mengamini keberadaan IMO Indonesia.

Ketua Umum IMO-Indonesia, M Yakub mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna Internet ke-enam terbesar di Dunia. Pada tahun 2017, diperkirakan ada 112 Juta pengguna. Tentunya hal itu akan terus bertambah seiring berkembanganya teknologi informasi dewasa ini. 

“Saat ini kurang lebih sekitar 43 Ribu Media Online di Indonesia, tentunya sangat berdampak kepada sebaran informasi dan berita yang cepat, namun hal ini sering dijadikan celah bagi pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita bohong, sehingga menimbulkan perpecahan,” ungkapnya kepada wartawan, usai deklarasi, Jumat (27/10/2017). 

Dia juga tidak bisa memungkiri, jika media online kerap dijadikan alat untuk gerakan-gerakan  intoleransi dan radikalisme, terutama pada media sosial yang dianggap sebagai media alternatif terpercaya oleh sebagian masyarakat. 

“Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama, baik pers, pemerintah atau masyarakat. Perlu adanya perlawanan terhadap ancaman-ancaman yang akan merugikan itu, khususnya media online, maupun jurnalis. Perlawanan itu ialah berupa informasi yang edukatif kepada masyarakat, benar, akurat dan mendidik,” jelas yakub. 

Yakub meyakini, lahirnya IMO-Indonesia akan menjadi agen perubahan yang mencerdaskan masyarakat di era modernisasi saat ini. 

“Pertama yang akan kita edukasi adalah anggota IMO-Indonesia itu sendiri, sehingga ketika mereka sudah dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, maka berita yang disajikannya pun akan mengedukasi masyarakat,” pungkasnya. 

Berikut Visi dan Misi IMO-Indonesia : 

Visi: Menjadi Organisasi Media Online Yang Dapat Menjaga Keseimbangan Dalam Pemberitaan Dan Pemersatu Kebinekaan.

Misi: Menjadikan Media Online Bagian Dari Industri Pers Yang Memiliki Nilai Tambah, Memperjuangkan Regulasi Yang Berpihak Kepada Industri Pers Online dan Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa Dengan Pemberitaan Yang Benar Dan Berimbang.(ar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama