Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Persoalan Akte Kependudukan, Sekolah Jangan Hambat Siswa


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - DPC Aliansi Media Masa Nasional Indonesia (AMMNI) Kota Tasikmalaya, minta kepada sejumlah sekolah jangan menghambat siswa, karena belum sempat membuat akte kelahiran.

Statement itu dilontarkan oleh Ketua AMMNI Kota Tasikmalaya, Agus yang menanggapi adanya siswa miskin yang terancam tidak meneruskan sekolahnya.Karena belum membuat akte kelahiran.

"Seharusnya sekolah lebih bijak dengan menerima siswa tersebut, karena akte itu bisa saja sambil menyusul.Tidak boleh ada sekolah yang menghambatnya, hanya persoalan administrasi kependudukan,"tuturnya, Senin (30/7/2018).

Agus berharap kepada semua sekolah harus bisa bersikap bijak.Apalagi terhadap sejumlah siswa keluarga miskin.Sehingga di harapkan ke depan sudah tidak ada lagi persoalan akte yang bisa menghambat siswa untuk sekolah.(Ariska)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama