Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bangun Pusat Data Informasi, Dinsos DKI Kerjasama dengan Kemensos


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dinas Sosial DKI Jakarta berencana membangun Pusat Data Informasi dan Jaminan Sosial khususnya terkait data kemiskinan warga Jakarta. Data kemiskinan itu akan menjadi data tunggal yang berguna sebagai acuan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Hal itu disampaikan Irmansyah, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta saat melakukan kunjungan ke Pusdatin Kementerian Sosial Republik Indonesia pada Selasa (7/8). Rombongan Dinsos DKI melakukan kunjungan ke Pusdatin Kemensos untuk kerjasama dalam pengelolaan data dan informasi.

"Kami bawa rombongan ini mau belajar karena ingin mendirikan Pusat Data Informasi dan Jaminan Sosial di DKI Jakarta. Ini untuk bisa memenuhi harapan semua orang. Jadi izinkan kami bertanya-tanya hal-hal dari konsep masing-masing. Kita diskusi," ujar Irmansyah.

Ia melanjutkan, dengan adanya Pusdatin di DKI Jakarta akan ada satu data yang akan dipakai bersama oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Data itu juga bisa digunakan untuk setiap pengambilan keputusan.

Sementara Kepala Bidang Diseminasi Data di Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial RI, Lucky Prokoso menyambut baik kerjasama dengan Dinsos DKI. Karena melihat DKI dapat menjadi pilot project dalam setiap program-program dari pusat.

"Mudah-mudah kita bisa diskusi dan bertukar pikiran. Harapannya, kerjasama ini dapat berlanjut dan menghasilkan poin-poin penting," kata Lucky.(Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama