TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bendera Merah Putih Itu Berkibar di Irian Barat (Papua)


Oleh Dasman Djamaluddin

Tahun 1969, setelah Referendum di Irian Barat, mayoritas penduduk memilih Indonesia sebagai tanah airnya. Berarti menolak Belanda, sehingga sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakuinya, maka resmilah Irian Barat menjadi bahagian Negara Kesatuan  Republik Indonesia.

Sebelumnya pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden RI Soekarno mengunandangkan Trikora (Tri Komando Rakyat) di Alun-alun Utara Yogyakarta. Dua tahun lamanya konflik bersenjata antara Indonesia-Belanda, maka  terjadilah perundingan di PBB.

Menjadi catatan waktu ini, yang menjadi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Irian Barat  adalah Eliezer Jan Bonay dari Mei 1963 hingga November 1964. Namun demikian, ia sebelumnya juga sudah berpartisipasi aktif di Irian Barat.

Tahun 1946, Eliezer Jan Bonay sudah menjadi anggota Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang diketuai oleh Nyonya Dr Tumangken Gerungan. Sebelumnya lagi, sebelum Indonesia Merdeka, ia magang pada Kantor Hoofd Van Plaatselijk Bestuur pada 1 April 1941 di Serui.

Karier Eliezer Jan Bonay meningkat. Ia pada tanggal 9 September 1961 mengadakan pertemuan rahasia bersama dengan  Frits Kiriho dan Saul Hindom, antara Pejabat Kedubes RI di Bonn, waktu itu masih disebut Jerman Barat, yaitu Kolonel DI Pandjaitan, atase ekonomi Dubes RI di Bonn, yaitu Oemarjadi.  

Hasil pertemuan ini merupakan landasan kuat dikomandokannya Trikora, 19 Desember 1961. Kemudian, ia menjadi anggota staf perwakilan RI semasa UNTEA merangkap anggota LIASION Group KOTI di Senayan tahun 1962. Sebelum jadi gubernur, ia bekerja di Sekretariat Departemen Luar Negeri, Pejambon, Jakarta.

Itulah sekelumit cerita tentang Gubernur Integrasi Irian Barat Eliezer  Jan Bonay yang dituturkan kepada saya oleh anak perempuannya Riyanti Puspita Suriani Bonay di Fakultas Hukum UI, Kamis, 23 Agustus 2018.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama