TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Tim Psikologi TNI Kogasgabpad Bantu Pulihkan Trauma Warga Lombok


LOMBOK (wartamerdeka.info) - Tim Psikologi TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) memberikan bantuan pemulihan trauma psikologis bagi warga terutama anak-anak pasca gempa bumi yang terjadi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tim Psikologi TNI Kogasgabpad bersama dengan para relawan membantu dukungan psikologis, diantaranya melalui ceramah motivasi bagi orang tua dan play games psikologi untuk anak-anak di tempat pengungsian Desa Balai Kuwu, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (11/9/2018).

Ketua Tim Psikologi TNI Kogasgabpad Mayor Kes NH. Prasetyo, M.Psi. seusai memberikan ceramah motivasi kepada warga mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini adalah untuk membantu memulihkan trauma warga terutama anak-anak, untuk segera bangkit dengan melakukan berbagai kegiatan pasca gempa yang telah mengguncang wilayah Lombok.

“Tim Psikologi TNI Kogasgabpad melakukan sebuah terapi yaitu story telling, dimana anak-anak ini bisa meluapkan emosinya melalui permainan psikologi, mendengarkan cerita dan motivasi yang membuat mereka untuk bangkit,” tuturnya.

Menurut Mayor Kes NH. Prasetyo, pada umumnya anak-anak kalau mengalami trauma ataupun masalah cenderung dipendam dan tidak bisa mengucapkan kata-kata, sehingga perlu difasilitasi dengan berbagai terapi psikologi maupun diberikan trik-trik psikologi. “Dengan harapan, mereka bisa melupakan kesedihan dan dapat bersekolah lagi seperti semula. Berbeda dengan penanganan psikologi orang tua, salah satunya dengan psikologi edukasi,” katanya.

“Kita juga menjelaskan kepada warga  tentang fenomena gempa dan tsunami. Itu penting sekali, sehingga dengan pengertian yang baik kondisi psikologi mereka lebih tenang,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memaksimalkan membantu memulihkan warga yang sedang mengalami trauma,  Tim Psikologi TNI Kogasgabpad bersama-sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Guru Garis Depan (GGD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta relawan-relawan yang sedang melaksanakan sebuah pelayanan konseling di daerah Lombok. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama