Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Cilacap Meminta Santri Jaga Ukhwah Islamiyah

Bupati Cilacap Tatto S. Pamuji memimpin Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2018.

CILACAP (wartamerdeka.info) – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meminta santriwan dan santriwati menjaga ukhwah Islamiyah dan ukhwah watoniyah, khususnya dalam menghadapi tahun politik 2019. Hal itu disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Cilacap di Alun Alun Cilacap, Senin (22/10/2018).

Bupati bertindak sebagai pembina upacara, dihadiri Sekda Cilacap Drs. Farid Ma’ruf, Forkopimda, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Imam Tobroni, Ketua Tanfidziyah PCNU Cilacap KH Nasrulloh Muchson, Rois Syuriah PCNU Cilacap KH Syu’ada Adzhiya, pejabat OPD Cilacap, dan sejumlah undangan.

Ditemui usai upacara, Bupati meminta santri meneladani semangat Resolusi Jihad yang dikeluarkan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945. Di era kekinian, semangat jihad yang digaungkan disesuaikan perkembangan zaman, yakni bergotong royong dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sudah saatnya santri bangkit untuk berjihad dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan mempertahankan patok-patok budaya. Maka buktikan, bukan hanya dalam peringatan ini melainkan di berbagai kesempatan”, kata Bupati.

Disebutkan, santri dan pondok pesantren telah eksis jauh sebelum NKRI lahir, dan turut serta merebut kemerdekaan. Santri juga ikut membangun negeri sampai Indonesia berkembang menjadi negara yang besar dan bermartabat. Sebagai informasi, Hari Santri Nasional ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. (gus/kominfo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama