// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Pemkab Indramayu dan Polytama Sinergi Membangun Lingkungan


INDRAMAYU (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama dengan PT. Polytama Propindo terus berkomitmen untuk membangun lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Hal itu terungkap ketika berlangsung kegiatan Kunjungan Kerja Wakil Bupati Indramayu H. Supendi di PT. Polytama Propindo Kecamatan Juntinyuat, baru-baru ini.

Pada kegiatan kunjungan kerja tersebut Wakil Bupati Indramayu diterima oleh President Director PT. Polytama Propindo, Didik Susilo beserta jajaran manajeman perusahaan penghasil biji plastic tersebut. Sementara ikut bersama dengan Wakil Bupati Indramayu Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Maman Kostaman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aep Surahman, dan Camat Juntinyuat Nurulhuda.

President Director PT. Polytama Propindo, Didik Susilo menjelaskan, saat ini perusahaan yang menghasilkan propylene tersebut merupakan perusahaan terbesar kedua di Indonesia  dan terus mengembangkan sayap bisnisnya. Khusus di Kabupaten Indramayu, Polytama terus berkomitmen untuk mengembangkan jaringan bisnis baik kepada prodesen maupun juga meningkatkan peran serta terhadap lingkungan sekitarnya.

PT. Polytama yang beroperasi di Kecamatan Juntinyuat saat ini memiliki jumlah karyawan sebanyak 292 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 164 orang karyawan (56 %) merupakan masyarakat Indramayu, dan sebanyak 75 karyawan (26 %) merupakan penduduk Cirebon, dan sebanyak 53 karyawan (18 %) berasal dari kota lainnya.

Sementara kontribusi PT. Polytama bagi pembangunan di Kabupaten Indramayu juga cukup signifikan dimana pada tahun 2017 lalu mampu membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 560 juta, PDAM 3,4 miliar, pajak penghasilan (PPh 21) 4,8 miliar, dan BPJS sebesar 4,8 miliar. Serta kepdulian perusahaan terhdap lingkungan sekitarnya melalui program CSR seperti dalam program manajemen sampah zero (Masaro).

Wakil Bupati Indramayu H. Supendi pada kesempatan itu mengatakan, dalam pengembangan bisnisnya, PT Polytama untuk tidak ragu dalam berinvestasi di Kabupaten Indramayu. Hal ini karena begitu dekatnya sumber pasokan bahan baku maupun kemudahan dalam berinvestasi dan juga kemudahan akses dalam distribusi produknya.

Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan karyawan dalam memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan PT. Polytama Propindo, Pemkab Indramayu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) siap untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki ketrampilan yang berkualitas.

“Karyawan Polytama ini butuh ketrampilan khusus karena bergerak dibidang kimia, kami punya BLK yang siap untuk melatih para tenaga kerja yang dibutuhkan,” tegas Supendi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penanaman pohon peneduh dengan berbagai variates yang berasal dari luar pulau Jawa hal ini agar kondisi lingkungan di perusahaan tersebut semkin nyaman dan teduh. Serta akan diberikan CSR bagi pengembangan pembangunan Islamic Center Indramayu berupa pembangunan toilet tambahan senilai 126 juta rupiah.(Eko)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama