Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tangani 1.600 Pasien, TNI Gelar Patroli Kesehatan Melalui Udara di Wilayah Donggala


DONGGALA (wartamerdeka.info) -  Dengan menggunakan Helikopter Belt-412, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar patroli kesehatan melalui udara di wilayah sekitar Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018).

Patroli udara yang dilakukan oleh 18 personel kesehatan TNI, terdiri dari 6 dokter spesialis dan 12 paramedis dipimpin oleh Kepala Kesehatan Kostrad Kolonel Ckm dr. A. Zumaro, M.Si., Med., SpB-KBD.

Selain melakukan patroli kesehatan dan pengobatan bagi korban bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, 18 personel kesehatan TNI yang merupakan gabungan dari Satuan Batalyon Kesehatan 1/1 Kostrad dan Batalyon Kesehatan Pasukan Marinir-2 (Pasmar) juga melakukan Evakuasi Mobil Udara (EMU) di Desa Lende Induk dan Desa Toveya, Kabupaten Donggala.


Tim Kesehatan TNI berhasil melakukan pengobatan terhadap 1.600 warga yang berasal dari Desa Lende Induk dan Desa Toveya. Di dua desa tersebut, tim dokter dan paramedis TNI melakukan tindakan medik bagi pasien yang mengalami luka ringan. Sedangkan untuk pasien yang mengalami luka berat, di evakuasi menggunakan helikopter.

Dari 1.600 pasien tersebut, terdapat empat pasien yang mengalami luka berat seperti patah tulang, cedera kepala dan luka infeksi, sehingga harus di evakuasi. Untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut, pasien yang mengalami luka berat diangkut menggunakan Helikopter EC-725 Caracal TNI AU ke rumah sakit yang telah ditentukan.(AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama