TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Tangani 1.600 Pasien, TNI Gelar Patroli Kesehatan Melalui Udara di Wilayah Donggala


DONGGALA (wartamerdeka.info) -  Dengan menggunakan Helikopter Belt-412, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar patroli kesehatan melalui udara di wilayah sekitar Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018).

Patroli udara yang dilakukan oleh 18 personel kesehatan TNI, terdiri dari 6 dokter spesialis dan 12 paramedis dipimpin oleh Kepala Kesehatan Kostrad Kolonel Ckm dr. A. Zumaro, M.Si., Med., SpB-KBD.

Selain melakukan patroli kesehatan dan pengobatan bagi korban bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, 18 personel kesehatan TNI yang merupakan gabungan dari Satuan Batalyon Kesehatan 1/1 Kostrad dan Batalyon Kesehatan Pasukan Marinir-2 (Pasmar) juga melakukan Evakuasi Mobil Udara (EMU) di Desa Lende Induk dan Desa Toveya, Kabupaten Donggala.


Tim Kesehatan TNI berhasil melakukan pengobatan terhadap 1.600 warga yang berasal dari Desa Lende Induk dan Desa Toveya. Di dua desa tersebut, tim dokter dan paramedis TNI melakukan tindakan medik bagi pasien yang mengalami luka ringan. Sedangkan untuk pasien yang mengalami luka berat, di evakuasi menggunakan helikopter.

Dari 1.600 pasien tersebut, terdapat empat pasien yang mengalami luka berat seperti patah tulang, cedera kepala dan luka infeksi, sehingga harus di evakuasi. Untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut, pasien yang mengalami luka berat diangkut menggunakan Helikopter EC-725 Caracal TNI AU ke rumah sakit yang telah ditentukan.(AR)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama