// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Prospek Asia-Pasifik Tertekan


Sebuah laporan baru PBB memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah menambah tekanan pada perekonomian Asia-Pasifik dengan mengganggu jalur energi, perdagangan, dan pasokan di tengah ketidakpastian global. Harga pangan dan energi yang lebih tinggi, bersamaan dengan melemahnya permintaan global, memperlambat pertumbuhan dan meningkatkan biaya hidup.
Survei Ekonomi dan Sosial Asia dan Pasifik 2026, yang diterbitkan oleh ESCAP, memperkirakan perekonomian negara berkembang di kawasan ini akan tumbuh 4,0% pada tahun 2026, dengan inflasi meningkat menjadi 4,6%, membalikkan kemajuan stabilitas baru-baru ini. Meskipun demikian, kawasan ini tetap menjadi kawasan berkembang dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Krisis energi global yang sedang berlangsung merupakan peringatan bagi Asia dan Pasifik untuk memperkuat ketahanan energi, termasuk melalui energi terbarukan dalam negeri. (FOTO: Jeson/Adobe Stock)

Harga minyak mentah Brent naik lantaran keterangan yang bertentangan


Kenaikan tajam menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan pesan-pesan yang bertentangan tentang prospek negosiasi ulang antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca selanjutnya...

 


Wapres Ditunjuk Presiden Jokowi Pimpin Penanganan Korban Gempa di Sulteng

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (2/10/2018).
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo menunjuk Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memimpin jalannya penanganan bagi para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. 

Hal itu disampaikannya saat menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 2 Oktober 2018.

Kepala Negara juga menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk menjadi koordinator penanganan.

"Pagi hari ini saya sampaikan sekalian agar penanganan korban gempa dan tsunami yang ada di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dikoordinasi oleh Menkopolhukam dan dikomandani langsung oleh Pak Wakil Presiden," ucapnya.

Adapun terkait dengan bantuan yang ingin disampaikan sejumlah negara sahabat, Presiden Joko Widodo menyatakan kepada jajarannya bahwa pihaknya menerima bantuan yang diberikan negara sahabat. Presiden mengarahkan agar bantuan yang nantinya akan diberikan itu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

"Saya minta nanti Pak Menko juga menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang ada karena telepon yang masuk kepada kami (dari sejumlah negara) meminta apa yang dibutuhkan," tuturnya.

Presiden meminta agar daftar kebutuhan prioritas dalam penanganan korban gempa di Sulawesi Tengah dapat segera disusun dan disampaikan kepada negara-negara sahabat yang menyatakan keinginannya untuk memberikan bantuan.

"Hal-hal lain yang dibutuhkan agar hari ini bisa kita putuskan dan kita sampaikan kepada negara-negara yang ingin membantu," tandasnya.(BM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama