TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Raja Maroko Hadiri Peringatan Centenary of Armistice di Istana Elysee


PARIS (wartamerdeka.info)  – Raja Maroko, YM King Mohammed VI, didampingi Putra Mahkota Moulay El Hassan, tiba di Istana Elysee, Perancis, untuk mengambil bagian dalam Upacara Peringatan Centenary of Armistice, Minggu (11/11). Centenary of Armistice atau peringatan seratus tahun gencatan senjata adalah sebuah acara mengenang tonggak sejarah penting saat Jerman setuju mengakhiri perang dunia pertama (1914-1918), pada tanggal 11 November 1918.

Setibanya di istana, King Mohammed VI disambut oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron.

Upacara tersebut dihadiri oleh beberapa kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara yang terlibat dalam perang dunia pertama, perwakilan lembaga-lembaga Eropa, PBB dan beberapa organisasi internasional lainnya.


Acara ini menawarkan kesempatan untuk mengingat pengorbanan semua pejuang Perang Dunia Pertama dan memberi penghormatan kepada semua orang yang berjuang untuk cita-cita perdamaian, rekonsiliasi dan saling persepahaman.

Sebagaimana dicatat sejarah, pemicu terjadinya perang dunia pertama itu adalah ketika Franz Ferdinand, pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria, pada 28 Juni 1914 ditemukan tewas ditembak oleh seorang remaja Bosnia-Serbia tatkala Ferdinand melakukan kunjungan ke Sarajevo. Pembunuhan ini kemudian menyebabkan perang antara Austria-Hongaria di satu pihak dengan Russia, France dan Inggris di pihak lain.

Dalam beberapa minggu kemudian, semua kekuatan besar Eropa tergiring ke dalam konflik, termasuk Jepang, Amerika Serikat dan Turki. Perang itu mengakibatkan tidak kurang dari 17 juta tentara dan warga sipil tewas. (Mostafa)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama