// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Yatna Supriatna Siap Bangkitkan Kembali Sepakbola Cianjur


CIANJUR (wartamerdeka.info) - Pelantikan Ketua PSSI Cianjur yang baru nenjadi pertanda sepakbola Cianjur akan Bangkit Kembali seperti pada era Perkesit yang bisa menjuarai Porda Jawa Barat.

Acara Pelantikan Ketua dan pengurus baru  PSSI Kabupaten Cianjur ini dilaksanakan di aula gedung KONI Cianjur, Sabtu (24/11/18).

Pengurus baru PSSI Cianjur berencana akan melakukan seleksi guna mencari bibit unggul para pesepakbola di tingkat Desa yang akan dikumpulkan dalam satu Club yakni Cianjur FC.

PSSI sendiri meyakini bahwa banyak bibit unggul yang ada di Kabupaten Cianjur.

Ketua PSSI yang baru dilantik Yatna Supriatna menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan seleksi di setiap Desa, nantinya akan disaring kembali untuk masuk ke tim Cianjur FC.

"Secepatnya kita akan buat Tim Cianjur FC, dan nantinya kita akan turunkan tim Pembina dari Wilayah 1 dan Wilayah 5 untuk melakukan seleksi para pemain agar masuk ke Cianjur FC", pungkas Yatna usai Pelantikan.(khoer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama