Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sesama Pedagang Ribut, Rebutan Lapak Di Scentia Summarecon Pagedangan


TANGERANG (wartamerdeka.info)  - Keributan antar sesama pedagang, diduga rebutan lahan lapak Universitas Pradita Summarecon,  Jecamatan Pagedangan,  Kabupaten Tangerang, terjadi lagi pada Sabtu malam sekira pukul 19.00 Wib (08/12/2018).

Mulyadi, salah seorang saksi di tempat kejadian mengatakan,  keributan tersebut berawal dari perebutan lapak sesama pedagang Cimol.

"Saya melihat salah seorang pedagang cimol bernama Kosim (49) membawa besi dan pisau dapur menghampiri pedagang lainnya bernama Wawan, yang sedang duduk di rumput pinggir jalan. Saat itu kaca gerobak milik Wawan dipecahkan oleh KoÅŸim. Setelah itu ia menÄ£hampiri Wawan lagi yang saat itu sedang duduk sambil menodongkan pisau ke tubuh Wawan," papar Mulyadi.

Ditambahkan, ketika ia melihat  kejadian tersebut sontak para pedagang lainnya termasuk dirinya spontan memegang tangan Kosim.  Namun ada perlawanan dari wawan dimana sempat ribut mulut, lalu dirinya (Mulyadi, red) ketika akan mengambil gambar/photo, ternyata Kosim telah kabur dahulu.

Menurut Mulyadi, diketahui bahwa alamat pelaku (Kosim.red) berada di Desa Bojong Nangka dekat rumah mantan lurah Medang, Narsita.

"Keributan yang terjadi sesama pedagang ini, merupakan contoh yang kurang baik dilihat oleh umum, dimana  ditempat tersebut seharusnya sesama pedagang meñjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan ditempat dia berdagang.  Diharapkan pula pihak Security Summarecon ikut berperan aktif dan bertindak tegas pula bukan sekedar memungut retribusinya saja dari para pedagang.  Apalagi hal ini sering terjadi," pungkas Mulayadi.

Sementara dari pihak Security Summarecon ketika disambangi media di Posnya untuk dikonfirmasi terkait keributan antar pedagang di wilayah kerjanya tidak berada di tempat. (Fatah/Khoer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama