// Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Berita Foto

Lintas Berita

Iran: Proposal AS "Sepihak dan Tidak Adil"

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang penangguhan serangan terhadap pembangkit energi Iran hingga April dan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan "sangat baik," tetapi seorang pejabat Iran mengatakan proposal AS untuk mengakhiri perang tersebut "sepihak dan tidak adil."
Seperti yang diberitakan Reuters, perang selama empat minggu telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan menghantam ekonomi global dengan melonjaknya harga energi, yang memicu kekhawatiran inflasi global, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Sementara itu, Iran telah menyatakan mereka tidak terlibat dalam pembicaraan dengan Washington. Iran tidak meminta jeda 10 hari untuk serangan terhadap pembangkit energinya, demikian menurut Wall Street Journal yang mengutip pernyataan para mediator perundingan perdamaian. (Reuters/red)

Sesama Pedagang Ribut, Rebutan Lapak Di Scentia Summarecon Pagedangan


TANGERANG (wartamerdeka.info)  - Keributan antar sesama pedagang, diduga rebutan lahan lapak Universitas Pradita Summarecon,  Jecamatan Pagedangan,  Kabupaten Tangerang, terjadi lagi pada Sabtu malam sekira pukul 19.00 Wib (08/12/2018).

Mulyadi, salah seorang saksi di tempat kejadian mengatakan,  keributan tersebut berawal dari perebutan lapak sesama pedagang Cimol.

"Saya melihat salah seorang pedagang cimol bernama Kosim (49) membawa besi dan pisau dapur menghampiri pedagang lainnya bernama Wawan, yang sedang duduk di rumput pinggir jalan. Saat itu kaca gerobak milik Wawan dipecahkan oleh KoÅŸim. Setelah itu ia menÄ£hampiri Wawan lagi yang saat itu sedang duduk sambil menodongkan pisau ke tubuh Wawan," papar Mulyadi.

Ditambahkan, ketika ia melihat  kejadian tersebut sontak para pedagang lainnya termasuk dirinya spontan memegang tangan Kosim.  Namun ada perlawanan dari wawan dimana sempat ribut mulut, lalu dirinya (Mulyadi, red) ketika akan mengambil gambar/photo, ternyata Kosim telah kabur dahulu.

Menurut Mulyadi, diketahui bahwa alamat pelaku (Kosim.red) berada di Desa Bojong Nangka dekat rumah mantan lurah Medang, Narsita.

"Keributan yang terjadi sesama pedagang ini, merupakan contoh yang kurang baik dilihat oleh umum, dimana  ditempat tersebut seharusnya sesama pedagang meñjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan ditempat dia berdagang.  Diharapkan pula pihak Security Summarecon ikut berperan aktif dan bertindak tegas pula bukan sekedar memungut retribusinya saja dari para pedagang.  Apalagi hal ini sering terjadi," pungkas Mulayadi.

Sementara dari pihak Security Summarecon ketika disambangi media di Posnya untuk dikonfirmasi terkait keributan antar pedagang di wilayah kerjanya tidak berada di tempat. (Fatah/Khoer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama