// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

IMF dan Bank Dunia memulihkan hubungan dengan Venezuela


IMF telah melanjutkan hubungan dengan Venezuela, membuka kembali saluran yang memungkinkan Caracas untuk mencari bantuan keuangan
Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyebut pemulihan hubungan sebagai pencapaian besar diplomasi Venezuela, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengumumkan pemulihan hubungan dengan Venezuela.

Baca selanjutnya...

 


Gempa Kembali Guncang Sukabumi Dengan Kekuatan 5,4 SR


SUKABUMI (wartamerdeka.info) -
Gempa kembali mengguncang Sukabumi berkekuatan 5,4 Skala Richter, Selasa (08/01/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melaporkan hasil analisanya diketahui gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

Rahmat Triyono Kepala Pusat Gempa bumi Dan Tsunami BMKG menyampaikan gempa yang terjadi pada pukul 16.54.47 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,4, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,0.

Koordinat titik gempa 7,83 LS dan 106,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 kilometer arah selatan Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Dikedalaman 50 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi Episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," sebut Rahmat berdasarkan laporan dari Kepala BMKG Bandung, Tony Aguswijaya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan Sesar Naik (Thrust Fault).

Guncangan gempabumi selain Sukabumi dirasakan pula di daerah Palabuhanratu, dan Sukabumi III MMI, Bandung II-III MMI, Pangandaran, dan Lebak II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," paparnya.

Rahmat menambahkan, hingga pukul 17.07 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Diimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(khoer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama