TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kolonel Inf Rafael Granada Baay Resmi Jabat Danrem 074/Warastratama


SURAKARTA (wartamerdeka.info)  - Tongkat komando Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama beralih dari Brigjen TNI Widi Prasetijono kepada Kolonel Inf Rafael Granada Baay. Brigjen TNI Widi Prasetijono selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Danrem 091/Asn, sedangkan Kolonel Inf Rafael Granada Baay sebelumnya menjabat Danrindam XIV/Hasanudin.

Serah terima jabatan Danrem 074/Wrt dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi di Gedung Warastratama Surakarta, Selasa (15/1).

Pada kesempatan tersebut Pangdam IV/Diponegoro memerintahkan Danrem 074/Wrt yang baru, agar semakin proaktif mengaktualisasikan peran aplikatifnya bersama-sama aparat Pemda dan Polri serta komponen masyarakat lainnya dalam mewujudkan kondisi aman di masyarakat.

“Cermati setiap perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, untuk kemudian menemukan formulasi penanganan yang tepat dan proporsional,” ungkap Pangdam

Orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro kembali mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk selalu menjaga netralitas pada Pemilu 2019. Jangan sampai ada personel yang justru ikut membantu salah satu peserta pemilu.

Pangdam mewanti-wanti betul agar prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro jangan sampai terlibat dalam politik praktis baik saat kampanye atau kegiatan yang lainnya.

"Netralitas TNI sudah menjadi garis komando dari atas sampai bawah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi", tegasnya.

Lebih lanjut Mayjen TNI Mochamad Effendi mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia terkenal ramah, gotong royong dan sangat toleran. Begitu juga dengan masyarakat  Solo,  pasti akan menjaga nuansa itu, sehingga dalam situasi dan kondisi apapun akan tetap menjaga kebhinekaan dan toleransi.

"Pemilu hanya sarana atau alat untuk mencapai demokrasi, jangan karena beda partai, beda pilihan lantas menjadi bermusuhan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Brigjen TNI Widi Prasetijono beserta isteri atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya dalam membina prajurit dan satuan di wilayah Korem 074/Warastratama selama ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama