TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Satgas Tinombala Buru Kelompok Teroris Poso Pimpinan Ali Kalora

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Komitmen Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memburu pelaku terorisme tak pernaj surut. Satuan Tugas (Satgas) Tinombala tengah fokus memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora di pegunungan biru Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

"Sudah mengarah pada jejak-jejak kelompok tersebut di hutan Gunung Biru," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/1/2019).

Dedi menyampaikan Satgas Tinombala telah mempertebal kekuatan dan logistik dalam operasi. Pencarian mantan anak buah Santoso alias Abu Wardah terkendala medan di lapangan yang sulit dan cuaca tak menentu.

"Satgas juga mempertajam teknik koordinasi diantara tim di lapangan agar dapat bekerja secara optimal mengingat kondisi geografis hutan lebat dan cuaca yang sering berubah-ubah setiap hari," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada Senin, 31 Desember 2018.
Aksi penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Aksi saling balas tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.(Fer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama