Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Laksdya Taufiq Tunjukkan Pengelolaan Kamla Yang Ideal


YOGYAKARTA (wartamerdeka.info) - "Betapa pentingnya pelaksanaan seminar ini guna meningkatkan sinergi antara Bakamla dan instansi terkait untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan kemanan laut yang ideal", ujar Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R. sebelum memukul gong sebagai tanda resminya kegiatan Seminar dibuka.

Laksdya Taufiq membuka Seminar Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Laut dengan Tema 'Urgensi Undang-Undang Keamanan Laut Guna Mewujudkan Sinergitas Penegakan Hukum di Laut', di D.I. Yogyakarta, Kamis (28/2/2019).

Kegiatan seminar ini bertujuan untuk menjaring pendapat dari berbagai instansi terkait dan akademis terhadap RUU Kemanan Laut yang di usulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dalam program Legislasi Nasional 2015 - 2019.

Dalam sambutannya, Laksdya Taufiq menyampaikan Indonesia merupakan negara kepulauan bercirikan Nusantara dengan posisi strategis di antara Benua Asia dan Australia, serta Samudera Hindia dan Pasifik. Kawasan paling dinamis dalam percaturan, baik ekonomi maupun politik. Ini mewajibkan bangsa Indonesia untuk mempertahankan, memanfaatkan sebesar-besarnya, serta mengelolanya secara berkelanjutan dan terpadu demi kemakmuran Rakyat Indonesia.


"Laut Indonesia harus dikelola, dijaga, dimanfaatkan, dan dilestarikan oleh masyarakat Indonesia sebagaimana tercantum dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indinesia Tahun 1945", ujar Laksdya Taufiq.

Kondisi saat ini dalam hal pengelolaan penegakan hukum dan keamanan di laut belum optimal karena dalam implementasinya masih bersifat sektoral. Implikasi dari kegiatan yang demikian berakibat pada inefisiensi, inefektifitas dan kurang reponsif dalam menghadapi permasalahan penegakan hukum dan keamanan di laut.

Seminar ini menghadirkan lima narasumber antara lain Guru Besar Universitas Gajah Mada Prof. Marsudi Triatmodjo, S.H., L.L.M., Staf Ahli Dr. Nasrudin, SH., MM., Ketua Komisi I DPR RI Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, Anggota DPR RI H. Sukamta, Ph.D, dan Kadiskum TNI AL Laksma TNI Kresno Buntoro, S.H., L.L.M., Ph.D. Pada kesempatan ini, Mayor Bakamla Andi Apriyanto, S.H., M.H. yang sehari-hari menjabat sebagai Kasi Advokasi Hukum, bertugas menjadi moderator.

Kegiatan Seminar ini diikuti puluhan peserta dari Perwakilan Instansi Pemerintah,Akademisi, Staekholder, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).Selain itu turut hadir jajaran Pejabat Bakamla antara lain Kepala Biro Perencanaan Laksma Bakamla  Eko Jokowiyono S E., M.Si., Direktur Hukum Laksma Bakamla Eddy Rate Muis, S.H., M.H., Kasubdit Pertimbangan dan Avokasi Hukum Kolonel Bakamla Heru Satrio Wibowo, S.H., M.H., Plh. Direktur Kerja Sama Kolonel Bakamla Salim, dan Kasubbag TU Kepala Bakamla Letkol Bakamla Ridwansyah.(Humas Bakamla)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...