Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Lambat Operasi, Seorang Bayi Meninggal Di RS Elim Rantepao Toraja Utara

Rahman (kiri) dan Mobil Ambulans keluar meninggalkan RS Elim  (kanan)

TORAJA UTARA (wartamerdeka.info) - Seorang bayi asal Tagari Balusu lahir tidak normal di RS Kristen Elim Rantepao Torut, Kamis (18/4). Bayi itu lahir tanpa anus, sehingga harus dioperasi. Hanya saja, sebelum dioperasi bayinya keburu meninggal.

Pihak keluarga, utamanya orang tua bayi kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit yang dinilai lambat. “Rencana mau dioperasi pak, tapi ditunda-tunda. Lima hari baru mau dioperasi. Padahal, kami kan pasien umum, pelayanannya umum, bukan KIS atau ASKES,” ujar Rahman, ayah sang bayi, ketika ditemui di RS Elim, saat hendak membawa pulang jenasah bayi tersebut ke Tagari Balusu.

Informasi meninggalnya bayi ini diperoleh awak media setelah menerima telepon langsung dari pihak keluarga pasien.

Menurut Rahman, alasan pihak rumah sakit menunda-nunda operasi tidak jelas dan tidak beralasan. “Tidak tahu alasannya. Dokter katanya tidak siap. Perawat yang tahu di dalam,” tuturnya dengan nada memprotes.

Rahman meminta masalah ini dibuka ke publik agar masyarakat mengetahui.
Kepala BKIA RS Elim, Agnes Laurens, Amd.Keb, ketika dihubungi via ponsel, sore ini (20/4), tidak berhasil dikonfirmasi.

Dihubungi lewat layanan aplikasi WhatsApp (WA) dan telepon langsung, Agnes tidak menjawab. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama