TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Mesuji Terima Bantuan Hibah Kapal Pelra


MESUJI (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Mesuji menerima bantuan hibah satu unit kapal pelayaran rakyat  (pelra) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Penandatanganan berita acara serah terima (BAST) hibah kapal pelra tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo dan Plt Bupati Mesuji Saply TH serta disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (15/04/2019).

Selain Mesuji, daerah lain yang menandatangani BAST bantuan kapal pelra, antara lain Kota Bengkulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Kayong Utara, Kota Pariaman, Kabupaten Mamuju, dan Kota Bima.

Plt Bupati Mesuji Saply TH mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan. Bantuan kapal ini memang terus dibutuhkan Pemkab Mesuji mengingat wilayah ini yang dilintasi Sungai Mesuji.

"Bantuan kapal pelra ini menambah satu armada yang dimiliki oleh Pemkab Mesuji selain bantuan kapal pelra serupa yang kita terima tahun lalu. Mudah-mudahan dapat segera kita operasikan untuk menunjang transportasi penumpang dan logistik melalui jalur sungai," ucap Saply.

Dalam sambutannya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat, sebagai salah satu moda transportasi penghubung antarpulau dan pemerintah pusat sangat mendukung tingkatkan konektivitas.

"Kami berharap agar pemda yang menerima kapal bisa mengelola dan memanfaatkan dengan baik, sehingga bisa meningkatkan konektivitas antar daerah baik untuk kepentingan penumpang maupun barang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Mesuji Widada mengatakan kapal pelra yang diserahkan senilai Rp 2,3 miliar yang berasal dari APBN Tahun Anggaran 2018. Kapal tersebut memiliki panjang 17,8 meter, berkapasitas 24 penumpang, dan mampu mengangkut muatan maksimal 10 ton, dengan kapasitas mesin 35 GT yang mampu berjalan pada kecepatan rata-rata 9 knot.

"Kapal pelra telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang cukup modern dan lengkap, seperti jaket keselamatan, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio komunikasi, dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan penumpang," terangnya.(muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama