// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Calon Ketum HIPMI Mardani H Maming: Pengusaha Nasional Harus Jadi Pemain Utama Di Era Revolusi Industri 4.0

Caketum HIPMI nomor 4, Mardani H. Maming
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVI periode 2019-2022 sampai di acara Debat Final Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI yang telah terselenggara pada hari Minggu, di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta, Minggu (08/09/2019).

Dalam debat final tersebut, Caketum HIPMI nomor 4, Mardani H. Maming mengatakan perlu sekali menata  mindset generasi muda ke depan serta menumbuhkan mental mereka untuk  menjadi seorang wirausaha yang punya fondasi nasionalisme kuat.

"Jadi kalau sudah punya mindset pengusaha harus dilandasi dengan nasionalisme yang kuat. Pengusaha nasional kita, pengusaha muda kita dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini harus punya konsep. Kita yang jadi pemain utama, bukan karena ada investasi asing kepemilikan kita menjadi sedikit, kita tekan mereka untuk di bawah koordinasi kita. Ini menjadi bagian dari startegi menjaga kedaualatan negara," kata Mardani.

Mardani H. Maming juga mengatakan HIPMI harus bisa menciptakan pengusaha by design dan memiliki karakter kuat. HIPMI juga telah melahirkan banyak pemimpin di berbagai bidang, bukan hanya di dunia usaha, tapi juga pemimpin di level daerah hingga nasional eksekutif dan legislatif yang saat ini banyak diisi oleh kader-kader HIPMI.

"Mental generasi muda Indonesia yang terutama di HIPMI ini harus benar-benar punyai sifat patriot, sifat nasionalisme, dan memiliki gagasan besar untuk memberikan perubahan yang lebih baik kedepan secara Nasional. Karena di semua lini pemimpin sekarang adalah kader HIPMI dulunya. Ini yang harus kita jaga," ujar Mardani.

Namun, menurut Mardani, yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan HIPMI ke depan untuk terus berkontribusi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan sesuai pasal 33 UUD 1945.

"HIPMI ingin Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia," kata Mardani.

Mantan Bupati Tanah Bumbu ini juga menjelaskan mempersiapkan generasi muda saat ini adalah asset paling berharga yang di miliki suatu bangsa, jadi  memang harus di siapkan sejak dini karena kita memang harus bisa berperan untuk negara Indonesia ini.

"Program HIPMI go to school dan go to campus akan dilanjutkan dan diperbaiki secara teknis agar dapat berjalan lebih baik lagi dan bisa membawa dampak terhadap generasi muda Indonesia yang berkarakter kewirausahaan karena kita harus bisa menjadi Tuan di negara kita sendiri," tutup Mardani yang juga Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI ini.

Untuk diketahui, Mardani H. Maming, S.H., kelahiran Batulicin Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selain pernah menjabat Bupati Tanah Bumbu periode 2010–2015 dan 2016–2018, Mardani juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu Fraksi PDIP periode 2009–2010.

Karena prestasinya, Mardani dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), periode 2015–2020. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama